ASIAWORLDVIEW – Para pengamat pasar kripto sekali lagi memantau dengan cermat perkembangan di Amerika Serijat seiring meningkatnya momentum seputar RUU CLARITY. Laporan terbaru menunjukkan bahwa Senat AS dapat mengungkap teks legislatif final akhir pekan ini, menandai tonggak penting lainnya bagi kerangka kerja aset digital yang telah lama ditunggu-tunggu.
Meskipun jangka waktu persetujuan akhir telah bergeser, dukungan politik baru-baru ini, peluang pengesahan yang membaik, dan dukungan dari kelompok-kelompok berpengaruh telah menjaga optimisme investor tetap utuh.
RUU CLARITY kembali menjadi sorotan setelah laporan menunjukkan bahwa Senat AS mungkin akan merilis versi final RUU tersebut akhir pekan ini. Pembaruan ini telah menghidupkan kembali diskusi di pasar aset digital.
Baca Juga: Desentralisasi Solana Makin Kuat dengan SGPs
Namun para pembuat undang-undang mengakui bahwa legislasi tersebut masih menghadapi beberapa hambatan prosedural sebelum menjadi undang-undang. Tantangan terbesar bagi RUU CLARITY tetap terletak pada perolehan dukungan bipartisan yang memadai.
RUU ini membutuhkan setidaknya 60 suara Senat untuk disahkan. Partai Republik saat ini memegang 53 kursi, yang berarti dukungan dari setidaknya tujuh senator Demokrat akan diperlukan.
Namun, Senator Demokrat Angela Alsobrooks dan Ruben Gallego mendukung undang-undang tersebut selama diskusi komite. Meskipun demikian, keduanya mengklarifikasi bahwa suara mereka di komite tidak boleh dianggap sebagai komitmen untuk mendukung RUU tersebut selama pemungutan suara akhir di Senat.
