Kolaborasi Kopi Kenangan-Sirsak Membangun Ekonomi Sirkular Berkelanjutan

ASIAWORLDVIEW – Kolaborasi antara Kopi Kenangan dan PT Sirkular Saka Indonesia (Sirsak) sukses membangun ekonomi sirkular. Ini merupakan langkah strategis yang menghubungkan dua aspek penting, keberlanjutan di sektor pertanian dan pengelolaan limbah pasca-konsumsi.

“Sirsak sebagai perusahaan teknologi hadir untuk memastikan bahwa limbah kemasan dari produk Kopi Kenangan tidak berakhir mencemari lingkungan, melainkan ditelusuri, dikumpulkan, dan diolah kembali melalui sistem smart bins, drop-off machines, dan pusat sortir yang mereka bangun,” kata Angeline Calista dari PT Sirkular Saka Indonesia (Sirsak), Peluncuran Laporan ESG Kopi Kenangan Tahun 2025, Selasa (30/6/2026).

Kerja sama ini dijalankan berdasarkan tiga pilar utama Kenangan BAIK: Kenangan Berdaya yang fokus pada pemberdayaan petani kopi, Kenangan Pinter yang menekankan efisiensi produksi dan peningkatan mutu hasil panen. Hal ini dilakukan agar kopi lebih kompetitif, serta Kenangan Sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan limbah kemasan dengan dukungan teknologi dari Sirsak.

Baca Juga: Keberlanjutan Bukan Sekadar Tren, Tapi Strategi Survival

“Dengan pendekatan ini, tercipta siklus produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, di mana setiap cangkir kopi yang dinikmati konsumen tidak hanya menghadirkan kualitas terbaik, tetapi juga membawa dampak sosial dan lingkungan yang positif,” ia menambahkan.

Limbah kemasan yang sebelumnya sulit diolah kini memiliki nilai ekonomi melalui sistem pengumpulan dan daur ulang Sirsak. Selain itu, sebagian penjualan seri Beans of the Champion dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan petani kopi Kintamani, sehingga mereka mendapatkan manfaat langsung dari keberhasilan produk.

“Konsumen pun ikut berkontribusi pada keberlanjutan dengan setiap pembelian, menjadikan pengalaman minum kopi lebih bermakna,” ia menjelaskan.

Lebih jauh lagi, Sirsak menargetkan pengelolaan 100.000 ton limbah kemasan pada tahun 2030. Hal ini ebuah ambisi besar yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam praktik ekonomi sirkular global.

“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam membangun ekosistem berkelanjutan. Dengan menghubungkan rantai pasok kopi yang ramah lingkungan dan sistem pengelolaan limbah yang inovatif, Kopi Kenangan dan Sirsak menunjukkan bahwa bisnis tidak hanya bisa tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memberi kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *