ASIAWORLDVIEW – Wisatawan Indonesia kini semakin tertarik untuk menjelajahi Korea Selatan di luar Seoul, karena mereka ingin merasakan pengalaman yang lebih autentik dan berbeda dari hiruk pikuk ibu kota. Kota-kota seperti Busan, Jeonju, dan Gyeongju mulai menjadi destinasi populer berkat keunikan budaya, sejarah, dan panorama alamnya.
Laporan terbaru Airbnb, Korea Calling: How K-Culture Is Driving a New Generation of Travelers into Korea, menunjukkan bahwa pengaruh K-culture atau budaya Korea Selatan secara global terus mendorong minat wisatawan untuk berkunjung ke Korea Selatan. Survei yang dilakukan Airbnb sebagai bagian dari laporan tersebut mengungkap bahwa wisatawan Indonesia kini tidak hanya tertarik mengunjungi Seoul, tetapi juga semakin mencari pengalaman budaya yang lebih autentik dan mendalam di berbagai destinasi lain di Korea Selatan.
“Budaya Korea terus mendorong minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Korea Selatan. Namun yang semakin terlihat saat ini, wisatawan saat ini tidak lagi hanya tertarik pada Kota Seoul atau wisata yang berfokus pada hiburan semata. Pergeseran ini terlihat dari semakin banyak wisatawan yang ingin menjelajahi Korea Selatan lebih dalam melalui kuliner lokal, warisan budaya, serta daerah wisata yang belum banyak dikunjungi wisatawan,” Amanpreet Bajaj, Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara & India, mengatakan, dikutip dari siaran pers, Jumayt (26/6/2026).
Baca Juga: Konser Comeback BTS Dongkrak Wisata Korea Selatan 103%
Sebanyak 97% wisatawan Indonesia mengatakan bahwa budaya Korea memengaruhi minat mereka untuk mengunjungi Korea Selatan. Kondisi ini mencerminkan daya tarik budaya Korea yang terus relevan dan dinikmati lintas generasi di Indonesia.
Busan, misalnya, menawarkan suasana pesisir dengan pantai indah seperti Haeundae dan Gwangalli, serta kuliner laut yang segar. Jeonju dikenal sebagai pusat kuliner tradisional, terutama bibimbap, dan kawasan hanok yang mempertahankan arsitektur klasik Korea. Sementara itu, Gyeongju sering disebut sebagai “museum tanpa dinding” karena peninggalan sejarah dari Dinasti Silla, termasuk kuil, makam kuno, dan situs warisan dunia UNESCO.
“Turis asal Indonesia mencari pengalaman wisata yang lebih autentik dan mendalam di berbagai wilayah Korea Selatan. Ini menjadi kesempatan untuk memastikan minat tersebut dapat diterjemahkan menjadi perjalanan yang lebih bermakna, dengan memperluas akses terhadap akomodasi dan pengalaman lokal di luar destinasi yang selama ini paling banyak dikunjungi,” ia menambahkan.
