ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Kamis (25/6/2026), tercatat berada di kisaran USD60.832,97 atau sekitar Rp1,09 miliar per BTC (kurs Rp17.952). Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 3,49% dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin mengalami koreksi mingguan sebesar 6,15%. Pasar kripto sedang berada dalam fase bearish. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai USD1,21 triliun (sekitar Rp21.718 triliun), dengan pergerakan harian di level terendah US$60.208,5 dan tertinggi USD60.748,81.
Penurunan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya, adanya tekanan jual institusional di mana investor besar menarik dana dari pasar, memperburuk tren penurunan.
Baca Juga: Indodax Soroti Dampak Geopolitik pada Pemulihan Pasar Kripto
Kondisi ini juga terjadi arus keluar dari ETF Bitcoin spot, menandakan melemahnya permintaan institusional terhadap aset kripto. Selain itu, likuidasi posisi leverage jangka panjang turut menambah tekanan harga. Selain itu, sentimen makro negatif seperti inflasi global dan kenaikan suku bunga membuat investor lebih berhati-hati dan cenderung menghindari aset berisiko.
Meski kondisi jangka pendek penuh volatilitas, prospek jangka menengah masih dianggap positif. Sejarah menunjukkan bahwa siklus halving 2024 berpotensi mendorong kenaikan harga dalam 12–18 bulan setelahnya.
Banyak analis optimis bahwa Bitcoin masih berpeluang mencetak rekor baru sebelum akhir 2026. Apalagi dengan meningkatnya partisipasi institusi melalui ETF dan adopsi lebih luas di sektor keuangan tradisional.
Bagi investor, kondisi saat ini menegaskan bahwa risiko jangka pendek cukup tinggi, namun peluang jangka menengah tetap terbuka. Penting untuk memperhatikan faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global dan tren arus modal institusional.
Dengan strategi yang hati-hati, Bitcoin tetap menjadi aset digital yang menarik dalam portofolio diversifikasi. Perlu diperhatikan volatilitasnya menuntut kewaspadaan ekstra.
