ASIAWORLDVIEW – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif hari ini, Senin (22/6/2026), dengan pembukaan di level 6.217,05. Angkanya naik 0,49% dibanding penutupan sebelumnya.
Sepanjang sesi pagi, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi 6.226,71 dan terendah 6.156,34. Kondisi ini mencerminkan volatilitas pasar yang cukup dinamis.
Aktivitas perdagangan juga terbilang aktif dengan volume mencapai 1,4 miliar saham dan nilai transaksi harian sekitar Rp1,1 triliun. Meski rupiah melemah tipis ke Rp17.813 per dolar AS, indeks tetap mampu bertahan di zona hijau berkat dukungan sektor-sektor tertentu.
Sektor infrastruktur menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan signifikan +2,57%, diikuti sektor energi (+0,81%), teknologi (+0,71%), consumer nonsiklikal (+0,40%), dan kesehatan (+0,24%). Sebaliknya, sektor keuangan (-0,37%), industri (-0,99%), dan consumer siklikal (-0,10%) justru menekan laju indeks.
Baca Juga: IHSG Menguat, Kebijakan BI Jadi Penopang
Perbedaan performa antar sektor ini menunjukkan adanya rotasi dana investor yang lebih condong ke sektor-sektor berbasis infrastruktur dan energi. Kondisi itu sejalan dengan tren pembangunan serta kebutuhan energi terbarukan.
Sejumlah eemiten besar menjadi sorotan analis dengan rekomendasi buy on weakness. Gudang Garam (GGRM) tetap menjadi saham defensif di sektor rokok dengan volume pembelian tinggi. Merdeka Gold Resources (EMAS) mencatat kenaikan 3,17% ke Rp7.325, masih bertahan di atas garis MA20, menandakan tren bullish jangka pendek. ESSA Industries (ESSA) menunjukkan momentum positif di sektor energi.
Sementara Bukit Uluwatu Villa (BUVA) naik 2,35% ke Rp870 dengan rekomendasi beli di kisaran Rp710–820. Selain itu, Pertamina Geothermal Energy (PGEO) menjadi primadona di sektor energi terbarukan, dan Erajaya Swasembada (ERAA) terus menguat di sektor ritel teknologi.
IHSG memiliki support di level 6.127–6.161 dengan batas bawah kuat di 5.784–5.594, sementara resistance diproyeksikan di 6.286–6.459 dengan target jangka pendek hingga 6.545. Kondisi ini menandakan ruang penguatan masih terbuka, meski risiko koreksi tetap ada apabila terjadi aksi profit taking. Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan transformasi pasar modal Indonesia.

