Koreksi 40% Picu Investor Asing Borong Saham RI

Menteri Investasi Rosan Roeslani.

ASIAWORLDVIEW – Koreksi sebesar 40 persen di pasar modal Indonesia dalam beberapa bulan terakhir telah menciptakan dinamika baru yang justru memicu gelombang pembelian oleh investor asing. Penurunan tajam ini membuat banyak saham domestik diperdagangkan jauh di bawah valuasi intrinsiknya, sehingga dianggap “murah” dan menarik bagi manajer dana global. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi investor internasional untuk masuk ke sektor-sektor strategis, terutama perbankan dan industri, yang tetap menunjukkan fundamental kuat meski pasar bergejolak.

“Memang, jika kita melihat koreksi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, hampir 36 hingga 40 persen di pasar modal kita,” kata Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani.

Menurutnya, koreksi sebesar 40 persen di pasar modal Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah memicu gelombang pembelian oleh investor asing. Mereka mencari berbagai saham domestik yang dinilai terlalu rendah.

Baca Juga: IHSG Menguat, Kebijakan BI Jadi Penopang

“Hal ini telah menyebabkan harga perusahaan-perusahaan kita menjadi sangat terjangkau, sangat bagus, bahkan sangat murah,” ia menambahkan.

Menurutnya, penurunan pasar telah mencapai titik di mana banyak investor asing kini melihat nilai signifikan pada aset-aset Indonesia, yang membantu mendorong pemulihan baik pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun rupiah setelah periode volatilitas yang tinggi. Investor global telah dipandu oleh pertimbangan ekonomi fundamental, mengidentifikasi perusahaan-perusahaan Indonesia yang valuasinya telah turun secara substansial di bawah nilai intrinsiknya.

Beberapa perusahaan terdaftar besar, tambahnya, diperdagangkan pada level yang jauh di bawah valuasi price-to-book mereka. Kondisi ini mendorong manajer dana internasional untuk meningkatkan eksposur, terutama di sektor perbankan dan industri.

“Ini kembali pada hukum ekonomi. Ketika investor melihat bahwa fundamental kita tetap kuat, sektor perbankan terus tumbuh, dividen menarik, imbal hasil kompetitif, dan harga saham diperdagangkan di bawah nilai buku, mereka secara alami menyimpulkan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk membeli,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *