Rupiah Melemah ke Rp18.026, Dekati Rekor Terendah

Rupiah dan USD

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah, Jumat (5/6/2026). Kini berada di posisi Rp18.026 per dolar, naik tipis 0,12% dibandingkan sesi sebelumnya.

Angka ini menempatkan rupiah sangat dekat dengan rekor terlemah yang sempat disentuh sehari sebelumnya, yakni Rp18.031 per dolar. Secara tahunan, rupiah sudah melemah 7,2% sejak awal tahun dan turun 10,48% dalam 12 bulan terakhir, menjadikannya salah satu mata uang emerging market dengan kinerja paling tertekan.

Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, kebijakan Federal Reserve yang masih ketat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan membuat dolar AS semakin perkasa. Sementara itu, dari dalam negeri, kekhawatiran fiskal Indonesia, potensi penurunan peringkat kredit, serta arus keluar modal akibat penghapusan saham dari indeks FTSE Russell dan tekanan MSCI turut memperburuk sentimen.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS, Ternyata Ini Dampaknya

Faktor eksternal lain seperti meningkatnya biaya impor minyak dan gas serta cadangan devisa yang turun ke level terendah dalam dua tahun semakin menekan rupiah. Dampaknya, investor asing menjadi lebih berhati-hati terhadap aset Indonesia, mempercepat arus keluar modal.

Sentimen global juga melemah, tercermin dari Indeks Crypto Fear and Greed yang turun ke level 19, mendekati wilayah “Extreme Fear.” Meski tidak langsung terkait rupiah, indikator ini menunjukkan penurunan selera risiko di pasar keuangan secara keseluruhan.

Ke depan, model makro memperkirakan rupiah bisa sedikit menguat ke Rp17.801 pada akhir kuartal dan Rp17.561 dalam 12 bulan, dengan catatan tekanan eksternal mereda. Namun, kondisi saat ini menuntut langkah stabilisasi dari Bank Indonesia, baik melalui intervensi pasar, penguatan cadangan devisa, maupun kebijakan moneter yang menjaga kepercayaan investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *