ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin tercatat berada di kisaran USD 64.854,25, hari ini, Kamis (4/6/2026). Angkanya turun 2,63% dalam 24 jam terakhir dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 1,30 triliun.
Sentimen pasar kripto masih lesu, mengikuti tren koreksi yang melanda aset digital besar lainnya. Ethereum misalnya, melemah 2,59% ke USD 1.825,36, sementara BNB turun 3,00% ke USD 626,60. Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap stabil di sekitar USD 1,00, menunjukkan peran mereka sebagai aset lindung nilai.
Di sisi lain, XRP justru naik tipis 0,25% ke USD 1,20. Sedangkan Solana terkoreksi 2,38% ke USD 72,00 dan Dogecoin melemah 0,41% ke USD 0,09189. Menariknya, altcoin HYPE mencatat lonjakan signifikan 9,06% ke USD 74,78, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik hari ini.
Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi ke USD75.000, Risiko Bear Market Menghantui
Tekanan terhadap Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan dipicu oleh beberapa faktor utama. Arus keluar ETF Bitcoin di AS masih berlanjut, menekan minat investor institusional yang sebelumnya menjadi motor penggerak harga.
Ketidakpastian suku bunga The Fed membuat investor lebih berhati-hati, karena kebijakan moneter ketat berpotensi mengurangi likuiditas di pasar aset berisiko. Sementara, likuidasi posisi leverage besar-besaran mempercepat penurunan harga, menciptakan efek domino di pasar derivatif kripto.
Selain itu, ketegangan geopolitik global mendorong investor beralih ke aset defensif seperti emas atau obligasi pemerintah, sehingga permintaan terhadap kripto menurun. Kombinasi faktor-faktor ini memperlihatkan bahwa pelemahan Bitcoin bukan sekadar koreksi teknis, melainkan cerminan dari tekanan makroekonomi dan sentimen global yang lebih luas.
Apabila tren ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji level psikologis di bawah USD 65.000, sementara altcoin dengan fundamental kuat atau momentum pasar seperti HYPE bisa menjadi sorotan investor.
