ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin mengalami koreksi yang cukup tajam di berbagai pasar global hari ini, Kamis (28/5/2026). Berdasarkan data, harga spot di CoinMarketCap tercatat di level USD74.478,07, turun 1,59% dalam 24 jam terakhir.
Di bursa New York (Investing.com), harga Bitcoin berada di USD74.274,8, terkoreksi 1,9%, sementara di pasar Asia harga turun lebih dalam hingga USD73.640, atau sekitar 2,8% dalam sehari. Meski demikian, kapitalisasi pasar Bitcoin masih bertahan di kisaran USD1,49 triliun, menjadikannya aset kripto terbesar di dunia.
Koreksi harga ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik. Pertama, arus keluar besar dari ETF Bitcoin spot AS menjadi tekanan utama. Dalam dua minggu terakhir, tercatat dana keluar mencapai USD1,74 miliar, termasuk transaksi blok tunggal senilai USD1,3 miliar di ETF BlackRock IBIT.
Baca Juga: Aksi Jual Massal Guncang Pasar Kripto, ETF BlackRock Jadi Sorotan
Kondisi ini menunjukkan bahwa investor institusional tengah melakukan aksi ambil untung atau mengurangi eksposur terhadap Bitcoin. Selain itu, ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) semakin hawkish. Pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin sebelum akhir 2026. Kenaikan suku bunga membuat aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin menjadi kurang menarik dibandingkan obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Faktor geopolitik juga memperburuk sentimen. Konflik berkepanjangan antara AS–Iran dan eskalasi militer di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi global, terutama akibat terganggunya jalur suplai energi. Alih-alih mendorong investor ke aset safe haven seperti emas atau kripto, kondisi ini justru memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, sehingga tekanan terhadap Bitcoin semakin besar.
Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) yang menguat dan stabil di level 99,288, mendekati puncak sejak 22 Mei, turut menekan harga emas dan kripto karena dolar yang kuat membuat aset alternatif relatif lebih mahal bagi investor global.
Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin pada 28 Mei 2026 mencerminkan betapa sensitifnya aset kripto terhadap kombinasi faktor arus keluar ETF, kebijakan moneter The Fed, geopolitik Timur Tengah, dan penguatan dolar AS. Investor menghadapi volatilitas tinggi, dengan harga Bitcoin masih berfluktuasi di antara level support USD68.000–70.000 dan resistance USD75.000–78.000. Kondisi ini menegaskan bahwa meski prospek jangka panjang Bitcoin tetap positif, risiko jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global yang kompleks.
