ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Selasa (19/5/2026), berada di kisaran USD76.691–77.058 atau sekitar RpRp1,35–1,36 miliar. Aset digital ini mengalami kenaikan tipis 0,32% dalam 24 jam terakhir.
Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan makroekonomi, di mana yield obligasi AS melonjak dan harga minyak dunia naik, memicu kekhawatiran inflasi global. Selain itu, ketegangan geopolitik AS–Iran semakin menambah beban, sementara kebijakan suku bunga The Fed belum menunjukkan tanda pelonggaran sehingga investor tetap berhati-hati.
Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar Rp27.171 triliun, dengan volume perdagangan melonjak 68% menjadi Rp751,09 triliun.
Baca Juga: Bitcoin Turun ke USD78.000, Investor Alami Kerugian
Bitcoin saat ini masih tertahan di bawah resistance psikologis US$80.000, dengan tren jangka pendek cenderung melemah karena tekanan makro. Namun, jika ketegangan geopolitik mereda dan The Fed memberi sinyal pelonggaran, ada peluang BTC kembali menguji level USD80.000 hingga 82.000 sebagai titik pembalikan tren
Dampak negatif juga terasa pada aset kripto lain. Misalnya, Ethereum kini menjadi USD2.135, turun 1,94%.
Sementara, Binance Coin dengan USD644, turun 1,39%. Kemudian Solana, USD85, turun 0,87%.
Bahkan, Dogecoin mengalami penirinan 4,53 persen, menjadi USD0,10. XRP kini menjadi USD1,39, turun 1,39%.
Secara keseluruhan, pasar kripto sedang menghadapi tekanan kuat dari faktor eksternal, membuat volatilitas tetap tinggi dan arah tren jangka pendek cenderung melemah.
