Jemaah Haji Hadapi Risiko Heat Stroke Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Umat Muslim di seluruh dunia berkumpul di Mekkah, Arab Saudi, melaksanakan ibadah.

ASIAWORLDVIEW – Musim haji tahun ini diwarnai dengan gelombang panas ekstrem yang melanda Arab Saudi. Suhu di Makkah dan Madinah dilaporkan berada di kisaran 38 hingga 44 derajat Celsius pada siang hari. Di pusat kota Makkah sempat menembus 42 hingga 43 derajat. Kondisi ini bahkan diperparah oleh udara yang sangat kering dengan tingkat kelembapan yang sangat rendah, sehingga para jemaah asal Indonesia, yang terbiasa dengan iklim tropis lembap, menghadapi tantangan adaptasi yang luar bias

Mengutip dari berbagai sumber, Rabu (13/5/2026), paparan panas ekstrem ini membawa ancaman serius bagi kesehatan. Dua risiko utama yang dihadapi jemaah adalah sengatan panas (heat stroke) dan dehidrasi berat.

Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi tubuh terasa lemas, pusing, nyeri kepala, hingga mual. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat memicu gangguan pada organ vital seperti memperberat kerja jantung dan ginjal.

Data menunjukkan bahwa hingga awal Mei 2026, tercatat 67 jemaah haji Indonesia harus menjalani perawatan di rumah sakit karena masalah kesehatan yang dipicu oleh cuaca panas.

Baca Juga: Dehidrasi dan Sinar Matahari, Faktor Utama Bibir Pecah-pecah

Menurut Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, jemaah di rentang usia ini seringkali merasa masih kuat sehingga memforsir aktivitas ibadah tanpa memperhatikan kondisi tubuh, yang justru menyebabkan kelelahan memicu penyakit. Kelompok yang paling berisiko terkena heat stroke adalah jemaah berusia 40 hingga 50 tahun.

Selain itu, jemaah lansia, disabilitas, dan mereka dengan penyakit komorbid (seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung) secara khusus diminta untuk berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan ketua rombongan jika merasakan keluhan seperti pusing, sesak napas, atau nyeri dada.

Seluruh jemaah, terutama lansia dan penderita komorbid (penyakit penyerta), diimbau untuk mengurangi aktivitas fisik dan tidak memaksakan diri keluar hotel pada siang hari (pukul 11.00 hingga 16.00). Bagi yang terpaksa keluar, diwajibkan menggunakan payung, topi, kacamata hitam, dan masker. Para lansia dan jemaah dengan komorbid sangat disarankan untuk menjalankan ibadah salat di dalam hotel untuk menghindari paparan panas langsung.

Pencegahan utama adalah dengan minum air secara teratur dan tidak menunggu rasa haus datang. Para dokter menganjurkan untuk minum air putih sekitar 200 mililiter setiap jam atau secara bertahap sepanjang hari, karena rasa haus adalah tanda bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *