ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Sulawesi Utara, pada 9 Mei 2026. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan hingga wilayah terluar Indonesia.
Perhatian pemerintah tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau pulau-pulau kecil di perbatasan. Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmen pada pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi maritim, dan kehadiran negara di wilayah strategis.
Salah satu keunikan Pulau Miangas, penduduknya berbicara dalam bahasa Indonesia, Talaud, dan Tagalog. Generasi yang lebih tua mungkin juga berbicara dalam bahasa Tagalog. Bahasa Talaud adalah bahasa Filipina dari rumpun bahasa Sangir Utara dan terutama digunakan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Indonesia, dikutip dari berbagai sumber, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Daya Tarik Pariwisata Indonesia Kian Menguat, Kunjungan Turis Asing Tembus 15,3 Juta
Pulau yang terletak di ujung paling utara Indonesia, bukan sekadar titik pada peta, melainkan sebuah permata tersembunyi yang menawarkan keindahan alam yang masih sangat alami dan belum terjamah. Dengan luas sekitar 3,15 km², pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara ini, menyuguhkan pesona pasir putih yang lembut di pantai-pantainya yang bersih dan terawat, seperti Pantai Racuna dan Pantai Merra, di mana air laut yang jernih kebiruan langsung mengundang siapa pun untuk berenang atau sekadar berjemur.
Jauh dari hiruk pikuk kota, suara deburan ombak dan desiran angin menjadi satu-satunya alunan musik yang menyapa, menciptakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Di bawah permukaan lautnya yang jernih, Pulau Miangas menyimpan taman laut yang luar biasa. Terumbu karang yang masih perawan menjadi rumah bagi beragam spesies ikan tropis dan biota laut berwarna-warni, menjadikannya surga tersembunyi bagi para penyelam dan pecinta snorkeling yang ingin menikmati keindahan bawah laut yang masih utuh.
Keindahan ini semakin dilengkapi dengan lanskap daratan yang eksotis. Salah satu daya tarik utamanya adalah Tugu Batu Terapung di Pantai Larawa, sebuah batu seberat sekitar 26 kg yang dipercaya masyarakat setempat dapat memberi pertanda akan suatu kejadian penting, seperti bencana atau kelahiran, menambah nuansa magis pada kunjungan Anda.
Pulau Miangas juga menyampaikan pesan penting tentang arti sebuah kedaulatan. Sejarah panjangnya sebagai pulau yang disengketakan antara Belanda dan AS pada awal abad ke-20 hingga kasus Island of Palmas di Mahkamah Internasional, menjadi pengingat bahwa perbatasan dijaga tidak hanya oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh “bahasa, syair, tradisi lisan, dan memori kolektif masyarakat adat”.
