ASIAWORDVIEW – Perempuan di seluruh dunia baru saja merayakan Hari Ibu Internasional pada 10 Mei 2026, sebagai bentuk penghargaan atas peran penting seorang ibu dalam keluarga maupun masyarakat. Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas kasih sayang, pengorbanan, dan dedikasi ibu yang tak ternilai, sekaligus mengingatkan generasi muda akan pentingnya menghormati dan mendukung sosok ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Di berbagai negara, Hari Ibu dirayakan dengan cara yang berbeda, mulai dari pemberian hadiah, ucapan penuh cinta, hingga kegiatan sosial yang menekankan nilai kebersamaan. Bagi banyak orang, momen ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ikatan keluarga dan menegaskan kembali peran ibu sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Beragam penelitian dan laporan tren menunjukkan bahwa hadiah Hari Ibu 2026 mencakup berbagai kategori, mulai dari yang paling tradisional hingga yang sangat personal dan berbasis teknologi. Yang menarik, pilihan tahun ini tampaknya sangat beragam, memungkinkan setiap orang untuk memilih hadiah yang paling sesuai dengan sang ibu tercinta.
Baca Juga: Warga Jepang Memburu Fukubukuro Setiap Momen Tahun Baru
Mengutip dari berbagai sumber, Senin (11/5/2026), hadiah tak tergoyahkan di puncak popularitas adalah bunga. Menurut survei National Retail Federation (NRF) di Amerika Serikat, bunga tetap menjadi hadiah nomor satu, dengan 75 persen pembeli membelinya. Bukan hanya sekadar karangan biasa, trennya adalah “bunga abadi” yang dapat bertahan hingga satu tahun, serta rangkaian dengan warna-warna cerah seperti pink dan ungu yang mendominasi pilihan. Di urutan kedua, kartu ucapan masih sangat populer sebagai pelengkap hadiah utama.

Dari sisi pengeluaran, perhiasan adalah kategorinya. Diperkirakan total belanja untuk perhiasan mencapai angka fantastis, yaitu USD7,5 miliar. Sebanyak 45 persen responden NFR berencana membelikan perhiasan, dan yang menarik, trennya adalah “quiet luxury” atau kemewahan yang tenang, yang mengedepankan kualitas dan desain abadi daripada merek yang mencolok. Jam tangan mewah atau kalung emas dengan liontin berbentuk hati menjadi pilihan populer yang sarat makna.
Selanjutnya, hadiah berupa pengalaman (experience gifts) menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan tercepat. Bukan sekadar kencan makan malam biasa, tetapi lebih kepada petualangan yang berkesan seperti kelas memasak bersama, retret spa Ayurveda, atau penerbangan balon udara di pagi hari. Hal ini menunjukkan pergeseran prioritas: orang-orang kini lebih menghargai penciptaan kenangan dan kebersamaan yang berkualitas (quality time).

Di era digital, alat kesehatan dan teknologi pintar juga menjadi primadona. Mulai dari cincin pintar (smart ring) yang memantau detak jantung dan tidur, hingga alat pijat portabel seperti Theragun. Khususnya untuk ibu-ibu yang sibuk, sebuah smartwatch seperti Apple Watch dapat menjadi penyelamat untuk membantu mengatur jadwal dan aktivitas sehari-hari.
Tak ketinggalan, hadiah-hadiah yang berfokus pada perawatan diri dan relaksasi di rumah, seperti sarung bantal sutra dan perlengkapan spa, juga sangat diminati. Begitu pula dengan pakaian dan aksesori yang dipilih oleh setidaknya 51 persen pembeli.
Meskipun tren hadiah fisik dan pengalaman sangat kuat, nilai sentimental tidak pernah pudar. Hal sederhana namun sangat berarti seperti surat tulisan tangan terus menjadi favorit. Para ahli bahkan mengatakan bahwa surat ini dapat menyumbang hingga setengah dari nilai emosional sebuah hadiah.
