Indonesia Catat Lonjakan Pariwisata Maret 2026

Bandara Soekarno-Hatta.

ASIAWORLDVIEW Indonesia mencatat lonjakan pariwisata pada Maret 2026 dengan kedatangan wisatawan asing mencapai 1,09 juta orang, meningkat 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan total kunjungan wisatawan asing sepanjang kuartal pertama mencapai 3,44 juta, menandai pertumbuhan tahunan sebesar 8,62 persen dan menjadi pencapaian tertinggi sejak 2020.

“Kedatangan wisatawan asing dari Januari hingga Maret 2026 merupakan pencapaian tertinggi sejak 2020,” kata Ateng Hartono, Wakil Kepala BPS Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Senin (4/5/2026).

Malaysia tetap menjadi sumber utama pengunjung, sementara perjalanan domestik melonjak tajam hingga 319,51 juta perjalanan, didorong oleh mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri. Pertumbuhan ini memperkuat optimisme terhadap target tahunan Kementerian Pariwisata yang menargetkan 16–17,6 juta wisatawan internasional, sekaligus menegaskan kebangkitan sektor pariwisata Indonesia.

Baca Juga: Soekarno-Hatta Masuk Daftar Bandara Terbaik Dunia

Angka bulanan tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 10,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kedatangan wisatawan asing pada kuartal pertama mencapai 3,44 juta, menandai pertumbuhan tahunan sebesar 8,62 persen.

Warga negara Malaysia tetap menjadi sumber utama pengunjung, dengan kontribusi 186.530 kedatangan atau 17,14 persen dari total. Pertumbuhan ini mendukung target tahunan Kementerian Pariwisata Indonesia untuk mencapai antara 16 juta hingga 17,6 juta pengunjung internasional.

Laporan tersebut juga menyoroti lonjakan signifikan dalam perjalanan domestik, dengan 319,51 juta perjalanan tercatat.

Hartono mengaitkan kenaikan sebesar 13,14 persen ini dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode liburan Idul Fitri, dengan mencatat kenaikan volume penumpang di semua sektor. Transportasi kereta api mencatat volume tertinggi dengan 48,14 juta penumpang, sementara transportasi feri mengalami pertumbuhan paling dramatis, melonjak 72,73 persen menjadi 7,06 juta orang.

Perjalanan udara domestik naik sebesar 32,35 persen menjadi 5,62 juta penumpang, dan transportasi laut naik 26,72 persen menjadi 3,12 juta. Perjalanan udara internasional juga meningkat sebesar 8,14 persen selama periode yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *