Harga Chip Memori Naik, Xiaomi Waspadai Dampak ke Harga Smartphone

Toko Xiaomi

ASIAWORLDVIEW – Kenaikan harga chip memori telah mulai menimbulkan kekhawatiran di industri smartphone. Hal itu juga dirasakan perusahaan teknologi asal China, Xiaomi.

CEO Xiaomi, Lei Jun, baru-baru ini menanggapi pertanyaan tentang apakah tren ini dapat mempengaruhi harga smartphone. Komentarnya memberikan gambaran tentang tantangan pasokan yang lebih luas yang mempengaruhi sektor elektronik konsumen.

Lei Jun menjelaskan bahwa pertumbuhan pesat kecerdasan buatan (AI) telah secara signifikan meningkatkan permintaan akan chip memori. Menurutnya, lonjakan permintaan ini telah menyebabkan kekurangan pasokan dalam setahun terakhir, mendorong harga memori naik tajam. Biaya komponen memori yang meningkat telah memberikan tekanan yang signifikan pada bisnis smartphone Xiaomi dan lini produk terkait lainnya.

Baca Juga: Resmi Mendarat di Indonesia, Xiaomi 17 Series Tawarkan Performa dan Desain Premium

Ia mengakui bahwa situasi biaya ini menantang bagi produsen, tetapi ia menyarankan bahwa Xiaomi akan berusaha mengelola tekanan ini dengan hati-hati. Alih-alih langsung meneruskan seluruh kenaikan biaya kepada konsumen, perusahaan berencana untuk menjajaki pendekatan berbeda guna mengurangi beban bagi pembeli. Ia menyoroti bahwa Xiaomi akan mencoba berbagai metode untuk membuat penyesuaian harga lebih mudah diterima oleh pelanggan.

Kenaikan biaya komponen telah mempengaruhi berbagai perusahaan di sektor elektronik konsumen. Beberapa merek melaporkan penurunan laba akibat biaya komponen yang lebih tinggi. Lainnya memperlambat atau mempertimbangkan ulang rencana produk tertentu karena harga yang naik membuat peluncuran produk baru lebih sulit dipertahankan.

Eksekutif Xiaomi telah menyatakan bahwa perusahaan berada dalam posisi relatif stabil dibandingkan dengan beberapa pesaing. Presiden Xiaomi Lu Weibing sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan menjaga kemitraan erat dengan produsen memori terbesar di dunia. Karena Xiaomi memproduksi berbagai produk, termasuk smartphone, tablet, televisi, dan kendaraan listrik, skala produksinya memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan hubungan pasokan yang stabil.

Lu Weibing juga mencatat bahwa siklus harga memori mungkin akan berlangsung lebih lama daripada siklus sebelumnya. Ia memperkirakan fase kenaikan harga saat ini akan berlanjut hingga sekitar akhir 2027. Menurut pengamat industri, beberapa merek smartphone mungkin akan menaikkan harga dalam beberapa bulan ke depan, dengan perangkat entry-level berpotensi menghilang seiring produsen beralih fokus ke model dengan nilai tambah yang lebih tinggi.