ASIAWORLDVIEW – Setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan perawatan kulit yang berbeda. Hal ini karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis kulit, usia, gaya hidup, lingkungan, dan bahkan genetika.
Misalnya, kulit berminyak cenderung membutuhkan produk dengan kontrol sebum. Sementara kulit kering lebih membutuhkan hidrasi intensif. Orang yang sering terpapar polusi atau sinar matahari mungkin memerlukan perlindungan ekstra seperti antioksidan dan sunscreen dengan SPF tinggi.
dr. Caroline Oktarina, Sp.D.V.E, Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika Bamed menjelaskan setiap orang memiliki perawatan ajah yang berbeda. Namun inti masalahnya sama, harus memperbaiki tekstur dan kualitas kulit. Ia menjelaskan bahwa perbaikan tekstur dan kualitas kulit saat ini tidak lagi dapat mengandalkan satu jenis tindakan.
“Kulit dapat dianalogikan seperti sebuah bangunan yang tersusun dari banyak lapisan. Untuk mendapatkan hasil peremajaan yang optimal, kita tidak bisa hanya memperbaiki bagian luarnya saja, tetapi juga perlu memperkuat struktur di bagian dalam sehingga sangat penting melakukan pendekatan combination protocol antara laser dan energy-based device,” ujarnya.
Baca Juga: Pakar: Peremajaan Kulit Bukan Transformasi Instan, Fokus pada Kualitas
Selain itu, faktor usia juga menentukan fokus perawatan—kulit muda lebih diarahkan pada pencegahan, sedangkan kulit matang membutuhkan perhatian pada elastisitas dan anti-aging. Karena kompleksitas ini, pendekatan perawatan kulit harus bersifat personalized, disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing individu agar hasilnya efektif, aman, dan berkelanjutan.
Setiap teknologi memiliki target lapisan kulit yang berbeda, ada yang bekerja di lapisan atas untuk memperbaiki tekstur dan warna, serta ada yang bekerja lebih dalam untuk memperkuat struktur kulit. Dengan kombinasi teknologi yang tepat, peremajaan kulit dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari warna, tekstur, hingga kekencangan kulit.
“Pendekatan kombinasi memungkinkan hasil yang lebih optimal, konsisten, dan tetap aman, karena protokol perawatan dipersonalisasi sesuai dengan kondisi kulit masing-masing pasien,” ia menambahkan.
dr. Caroline menegaskan bahwa peran dokter menjadi sangat krusial. Tidak ada satu jenis perawatan yang cocok untuk semua orang, sehingga analisis menyeluruh terhadap usia kulit, gaya hidup, karakteristik kulit, hingga faktor etnis menjadi dasar dalam menentukan protokol perawatan. Dokter berperan menyusun rencana perawatan yang personal agar hasilnya optimal, tampak natural, dan tetap aman bagi setiap pasien.
“Doctor-led decision dan batasan etika medis merupakan fondasi utama dalam perawatan estetika. Termasuk dalam pemanfaatan laser presisi seperti PicoSure Pro dan Revlite SI untuk koreksi pigmentasi dan tone kulit. Laser ini menargetkan pigmen secara spesifik dan terukur, sehingga membantu menghasilkan warna kulit yang lebih merata dengan risiko minima,” pungkasnya.
