ASIAWORLDVIEW – Sucor Asset Management mempersembahkan Sucor AM Corner di Art Jakarta Papers 2026. Di sini, menjadi uang temu antara seni, strategi, dan refleksi intelektual yang diterjemahkan dalam bentuk instalasi interaktif hasil kolaborasi dengan seniman Naufal Abshar.
Instalasi ini menjadikan catur sebagai bahasa visual dan konseptual. Terdapat enam patung paper mache berdiri sebagai representasi enam bidak catur, bukan sekadar objek statis, melainkan karakter dengan narasi dan watak masing-masing. Setiap figur hadir dengan gestur, ekspresi, dan posisi yang saling berkelindan, membentuk satu komposisi utuh tentang dinamika strategi.
Mirip seperti permaiannya aslinya, bidak yang melambangkan kebebasan bergerak dan kelincahan membaca peluang. Ada juga yang berperan menjaga keseimbangan dan stabilitas, serta menjadi penentu arah permainan, simbol dari keputusan krusial yang mampu mengubah jalannya keseluruhan strategi. Pendekatan artistik ini menegaskan bahwa investasi, layaknya permainan catur, tidak pernah berdiri pada satu langkah tunggal.
Baca Juga: Art Jakarta Papers: Bahasa Visual Kontemporer Lewat Seni Berbasis Kertas
Sucor Asset Management diposisikan sebagai seorang Grandmaster di dunia investasi reksa dana, yang setiap langkahnya lahir dari analisis mendalam, disiplin strategi, serta pemahaman menyeluruh terhadap kondisi pasar dan tujuan investor. Tidak ada langkah yang impulsif; setiap keputusan adalah hasil perenungan panjang antara peluang dan kehati-hatian.
Instalasi ini tidak berhenti pada pengalaman visual semata. Melalui “Chess Play”, Sucor AM mengundang pengunjung untuk terlibat secara langsung dalam permainan catur dengan tiga kategori tingkat kesulitan. Tiga level ini merepresentasikan profil risiko dalam berinvestasi, sebuah pengingat bahwa setiap individu memiliki tujuan finansial, tingkat kenyamanan, dan cara mengambil keputusan yang berbeda-beda. Seperti dalam investasi, tidak ada satu strategi yang berlaku untuk semua.
Pengunjung berkesempatan bermain langsung melawan Sucorians, menciptakan pengalaman yang bukan hanya edukatif, tetapi juga personal dan menyenangkan. Interaksi ini menjadi jembatan antara konsep dan praktik, antara metafora dan realitas, memperlihatkan bahwa di balik angka dan grafik, investasi juga merupakan seni membaca manusia, waktu, dan kemungkinan.
