ASIAWORLDVIEW – Jakarta dilanda banjir hari ini, Jumat (23/1/2026), akibat hujan ekstrem yang mengguyur sejak kemrin. Tercatat 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan di berbagai wilayah kota metropolitan tergenang air, dengan ketinggian mencapai hingga 1,5 meter di Rawa Buaya, Jakarta Barat. Kondisi ini diperparah oleh luapan sungai dan curah hujan lokal yang tinggi, sehingga status Pintu Air Angke Hulu dinaikkan menjadi Siaga 1 setelah Tinggi Muka Air mencapai 365 cm.
Selain Jakarta Barat, wilayah Jakarta Timur seperti Cipinang Melayu juga terdampak dengan genangan setinggi 1 meter. Akibat banjir ini, ratusan warga telah dievakuasi ke posko pengungsian, sementara sejumlah ruas jalan lumpuh dan layanan transportasi seperti TransJakarta harus melakukan rekayasa rute.
Pemerintah DKI Jakarta juga mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga 28 Januari 2026 untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap aktivitas sekolah. Banjir masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta, terutama dalam menghadapi curah hujan tinggi dan keterbatasan sistem drainase perkotaan.
Baca Juga: Tips Merawat Kulit Saat Musim Hujan agar Tetap Sehat dan Terlindungi
Menjaga kebersihan dasar saat banjir merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan. Air banjir sering kali tercemar oleh limbah, kotoran, dan berbagai mikroorganisme berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit. Karena itu, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih harus menjadi kebiasaan utama. Apalagi setelah menyentuh barang-barang yang terkena banjir, berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan, setelah menggunakan toilet, serta sebelum menyiapkan atau mengonsumsi makanan.
Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah penyebaran bakteri, virus, maupun parasit yang dapat menyebabkan diare, infeksi kulit, hingga penyakit menular lainnya. Dengan disiplin menjaga kebersihan, risiko kesehatan selama banjir dapat ditekan, sekaligus melindungi diri dan keluarga dari potensi wabah.
Hindari kontak yang tidak perlu dengan lumpur dan air banjir. Saat melakukan pembersihan, selalu kenakan sepatu yang kokoh, bukan sandal jepit atau sandal. Selalu kenakan sarung tangan saat menangani barang-barang yang terkena banjir atau lumpur. Jauhkan anak-anak dari area yang terkena banjir.
Saat terjadi banjir, sangat penting untuk memperhatikan kebersihan dan perawatan luka agar terhindar dari infeksi. Semua luka dan lecet harus segera dibersihkan, diobati dengan antiseptik, lalu ditutup dengan perban atau plester yang bersih untuk mencegah masuknya kuman dari air banjir yang biasanya tercemar.
Jika luka bersifat dalam, telah terpapar langsung dengan air banjir, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya cairan, maka sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
