Art Jakarta Papers: Bahasa Visual Kontemporer Lewat Seni Berbasis Kertas

Direktur Kreatif Jakarta Papers Enin Supriyanto

ASIAWORLDVIEW – Art Jakarta Papers segera digelar dalam waktu dekat, seperti sebuah jeda yang disengaja di tengah hiruk pikuk dunia seni rupa kontemporer. Kegiatan ini menawarkan pengalaman yang lebih personal dan reflektif. Ruang pamerannya dirancang untuk menciptakan dialog intim antara karya dan penikmatnya, seolah setiap lembar kertas memiliki suara yang ingin didengar lebih dekat.

Direktur Kreatif Art Jakarta Papers Enin Supriyanto menjelaskan dalam konferensi pers, Rabu (21/1/2026), Jakarta Papers berfokus pada karya seni berbasis kertas, mulai dari gambar, cetakan, patung, hingga instalasi. Tidak hanya menampilkan karya visual, pameran ini juga memperkaya pengalaman pengunjung dengan eksplorasi kritis melalui tulisan kuratorial.

“Art Jakarta Papers menjadi wadah bagi seniman, kolektor, dan publik untuk melihat bagaimana kertas dapat diolah menjadi medium yang penuh kemungkinan artistik,” ia menyebutkan.

Baca Juga: Art Jakarta 2025, Menyatukan Inovasi Seni dan Dialog Budaya

Fokus utamanya pada karya seni berbasis kertas, namun definisi “kertas” di sini terbuka dan cair. Pengunjung dapat menemukan gambar tangan yang halus, cetakan dengan teknik klasik maupun kontemporer, patung yang memanfaatkan lipatan dan struktur kertas, hingga instalasi yang mengubah material rapuh ini menjadi pengalaman ruang yang imersif.

“Kertas tidak lagi dipandang sebagai medium pendahuluan atau sekadar media sketsa, melainkan sebagai bahasa visual yang utuh. Ada banyak rupa yang bisa dibentuk,” ia menambahkan.

Art Jakarta Papers 2026 akan diisi oleh 28 galeri seni rupa yang berasal dari berbagai kota dan negara di Asia, termasuk Jakarta, Malaysia, Thailand, Taipei, dan Seoul. Kehadiran galeri-galeri ini menunjukkan skala internasional sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat seni kontemporer regional. Dengan partisipasi lintas negara, pameran ini tidak hanya menampilkan karya seniman lokal tetapi juga memperkaya perspektif melalui dialog budaya dan estetika dari Asia Tenggara hingga Asia Timur.

Kegiatan ini hadir untuk menyoroti potensi artistik kertas sebagai medium kontemporer, sekaligus membangun pasar yang lebih hidup bagi karya seni. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pameran Art Jakarta dan akan digelar pada 5 hingga 8 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta.