Waspada Penyakit Datang Saat Musim Hujan, Ini Cara Pencegahannya

Hujan turun

ASIAWORLDVIEW – Di Indonesia, musim hujan sering memicu peningkatan kasus pilek dan demam berdarah karena kondisi lingkungan yang mendukung penularan penyakit.

Curah hujan tinggi dan kelembapan udara yang meningkat membuat virus penyebab pilek lebih mudah menyebar melalui udara dan kontak antarindividu. Selain itu, genangan air yang muncul akibat hujan menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama demam berdarah, untuk berkembang biak. Hal ini menjadikan demam berdarah salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan kasus yang kerap melonjak saat musim hujan. Kondisi tersebut diperburuk oleh sanitasi yang kurang memadai dan kepadatan penduduk di perkotaan, sehingga risiko penularan semakin tinggi, mengutip siaran resmi Tsu Chi Hospital.

Gejala demam berdarah antara lain demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot, serta ruam. Untuk mencegah demam berdarah, Anda dapat menggunakan obat nyamuk, mengenakan pakaian lengan panjang, dan menghilangkan tempat berkembang biak dengan menghilangkan genangan air di sekitar rumah Anda.

Baca Juga: Fakta Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Makanan sehat dengan gizi seimbang.
Makanan sehat dengan gizi seimbang.(freepik)

Jangan lupa untuk tetap minum air putih sesuai dengan kebutuhan tubuh, pria dewasa butuh 3,7 liter total cairan dan wanita dewasa 2,7 liter. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Selain itu, cairan juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit saat musim hujan dengan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan secara teratur dan menghindari kontak dekat dengan orang sakit. Selain itu, menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat melalui pola makan seimbang yang kaya vitamin dan mineral selalu merupakan ide bagus. Jangan lupa konsumsi suplemen, misalnya Vitamin C atau D.

Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel kekebalan, dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Anda bisa mendapatkan nutrisi ini melalui vitamin C, E, dan beta-karoten. Vitamin C banyak terdapat pada jeruk, stroberi, dan sayuran berdaun hijau. Vitamin E dapat ditemukan pada kacang-kacangan dan biji-bijian. Beta-karoten terdapat pada buah dan sayuran berwarna oranye dan kuning, seperti wortel, labu, dan ubi jalar. 3

Tetap aktif sangat penting untuk menjaga kebugaran. Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot, dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Beberapa olahraga dalam ruangan yang dapat Anda coba termasuk angkat beban, lompat tali, jogging di tempat, atau mengikuti tutorial aerobik di YouTube. Kuncinya adalah tetap bergerak untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, bahkan ketika aktivitas di luar ruangan dibatasi.

Tidur yang cukup dengan memenuhi anjuran tidur 7–8 jam setiap malam memastikan tubuh berfungsi optimal. Cuaca sejuk selama musim hujan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, jika kamar Anda terlalu dingin, menggunakan selimut hangat dapat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.