ASIAWORLDVIEW – Bali memperketat jalur masuk sebagai langkah antisipasi penyebaran super fluatau influenza A (H3N2) subclade K yang mulai terdeteksi di sejumlah daerah Indonesia. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali mengaktifkan thermal scanner dan pemindai suhu tubuh untuk memantau penumpang yang datang maupun berangkat.
General Manager Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyebutkan bahwa perangkat thermal scanner dan thermo gun dipasang di terminal kedatangan internasional maupun domestik, sehingga setiap penumpang yang masuk ke Bali akan melalui pemeriksaan suhu tubuh.
“Karena Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan pintu masuk internasional dengan jumlah penumpang yang signifikan, saya yakin gejala yang telah kami pelajari dan peroleh lebih kurang serupa dengan gejala flu, sehingga deteksi menjadi lebih jelas ketika suhu tubuh tinggi,” katanya, dikutip Asiaworldview, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Waspadai, Flu Berujung ISPA Tengah Mewabah
Dia mengonfirmasi bahwa sekitar 25 pemindai berfungsi normal di jalur kedatangan dan keberangkatan utama untuk penerbangan internasional dan domestik. Saat ini, belum ada kasus Super Flu yang terdeteksi di antara penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang melayani rata-rata 66.000 penumpang per hari.

“Peralatan tersebut telah dipasang, semuanya beroperasi dengan baik, dan Kementerian Kesehatan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan dan langkah-langkah tindak lanjut,” lanjutnya.
Namun, Jati memastikan bahwa kantornya tetap mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap penumpang, serta menyiapkan personel dan tenaga medis yang siaga jika diperlukan.
“Saat ini, kami berkoordinasi dengan Badan Karantina Indonesia dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Indonesia. Status saat ini masih rendah dan kita harus tetap waspada. Tidak ada protokol khusus yang diterapkan,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan menyusul laporan adanya puluhan kasus super flu di delapan provinsi di Indonesia. Pihak pengelola bandara, Angkasa Pura Indonesia, menegaskan bahwa fasilitas pemindai suhu yang sebelumnya digunakan saat pandemi COVID-19 kini diaktifkan kembali untuk mendeteksi gejala awal seperti demam pada penumpang.
Upaya ini merupakan bagian dari kewaspadaan dan mitigasi penyebaran virus, sekaligus bentuk koordinasi dengan otoritas kesehatan untuk menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan. Dengan langkah pengawasan ketat ini, Bali berharap dapat menekan risiko penularan super flu di tengah tingginya mobilitas wisatawan internasional dan domestik.
