Harga BTC Masih Volatil, Pasar Kripto Naik Tipis

Bitcoin.

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Senin (29/12/2025), berada di kisaran USD87.466,61 USD, turun sekitar 0,5% dibanding penutupan sebelumnya di USD87.906,14 USD. Bitcoin saat ini mengalami sedikit koreksi setelah sempat stabil di level tinggi. Penurunan sebesar USD439,53 USD dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya tekanan jual jangka pendek, meskipun secara keseluruhan harga masih bertahan di atas ambang psikologis USD85.000.

Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar kripto yang sangat fluktuatif, di mana faktor eksternal seperti kebijakan moneter global, adopsi institusional, dan sentimen investor memainkan peran penting.

Bagi trader maupun investor, kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin tetap menjadi aset digital utama dengan volatilitas tinggi, sehingga strategi manajemen risiko sangat diperlukan dalam setiap keputusan investasi.

Baca Juga: Pasar Kripto Tertekan, Bitcoin dan Kripto Besar Terseret Sentimen Risk-Off Global

Harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi USD126.198 pada 6 Oktober dan sejak itu turun lebih dari 30%. Titik kritis yang diperhatikan analis adalah level USD90.000 sebelum tahun 2025. Pasar kripto secara umum naik 0,54% dalam 24 jam terakhir. Harga Ether stabil di USD2.900, sementara altcoin yang mengalami kenaikan ringan termasuk Solana, XRP, TRON, dan Dogecoin.

Seorang analis kripto mengamati bahwa harga Bitcoin diperdagangkan di tepi luar area support yang besar. Dia menekankan dalam pembaruan terbarunya bahwa hanya ada dua skenario di mana pergerakan signifikan akan terjadi.

Pertama, Bitcoin perlu memulihkan posisi harga USD90.000, yang akan menjadi indikasi tren bullish. Di sisi lain, aset tersebut mungkin kembali ke level dukungan bawah antara USD84.000 dan USD85.000.

Analis percaya bahwa level-level ini akan menentukan tren berikutnya dari harga Bitcoin. Level harga tersebut juga dipantau dengan ketat, dan sentimen pasar jangka pendek dipengaruhi oleh support dan resistance.

Koin kripto lainnya bergerak sideways, sementara harga BTC mengalami volatilitas lebih tinggi karena peristiwa makro besar terjadi pekan ini. Momentum pasar mungkin dipicu oleh notulen FOMC, terutama jika para pembuat kebijakan bersikap dovish. Laporan klaim pengangguran pada Rabu mungkin memengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga di masa depan.