JPMorgan Bekukan Rekening Terkait Proyek Stablecoin, Apa Alasannya?

Stablecoin

ASIAWORLDVIEW – JPMorgan telah membekukan rekening yang terkait dengan dua startup stablecoin yang didukung modal ventura di Venezuela. Hal ini terjadi di tengah masalah kepatuhan yang sudah ada di wilayah tersebut.

Seperti dilaporkan oleh The Information, perusahaan menghentikan aktivitas rekening bank yang terkait dengan setidaknya dua startup berbasis stablecoin di wilayah yang diidentifikasi sebagai berisiko tinggi. Perusahaan-perusahaan tersebut, bernama BlindPay dan Kontigo, didukung oleh Y Combinator dan terutama melayani pengguna di Amerika Latin, termasuk Venezuela.

Rekening-rekening tersebut diakses melalui Checkbook, penyedia pembayaran digital yang bermitra dengan bank-bank besar. Menurut sumber, keterlibatan startup-startup tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait sanksi serta undang-undang yang berlaku di wilayah tertentu.

Baca Juga: Ekonomi RI 2025 Menjanjikan, JP Morgan Soroti Sektor Konsumsi, Properti, dan Perbankan

Bank menekankan bahwa pembekuan rekening tersebut sama sekali bukan penilaian terhadap stablecoin sebagai bisnis. Seorang juru bicara mengatakan dalam pernyataan.

“Ini tidak ada hubungannya dengan perusahaan stablecoin. Kami melayani penerbit stablecoin dan bisnis terkait stablecoin, dan baru-baru ini kami membawa penerbit stablecoin ke pasar publik.”

Jesus Castillo, co-founder Kontigo, membantah tuduhan yang ditujukan terhadap aktivitas perusahaan. Dia juga mengatakan bahwa tuduhan bahwa Kontigo membantu transfer dana dari Venezuela ke negara lain tanpa verifikasi identitas adalah tidak benar.

Langkah bank ini juga terjadi di tengah pemantauan terbaru terhadap pergerakan kripto yang terkait dengan wilayah yang dikenai sanksi. Pada 2024, ada peringatan bahwa pemerintah Venezuela kemungkinan akan meningkatkan penggunaan kripto sebagai cara untuk menghindari sanksi keuangan.