Lebih dari 500.000 NFT Seni Terjual di 2025

NFT.

ASIAWORLDVIEW – Ekosistem seni Tezos mencapai tahun bersejarah pada 2025 dengan adopsi institusional yang semakin luas, inisiatif pendidikan baru, dan partisipasi rekor dari seniman dan kolektor. Lebih dari setengah juta Non-Fungible Token atau NFT terjual di seluruh jaringan, memperkuat posisi Tezos sebagai blockchain terkemuka untuk seni digital, menurut pengumuman resminya.

Yayasan Tezos memperdalam kolaborasinya dengan Museum of the Moving Image (MoMI), mengubah dinding media Herbert S. Schlosser di museum tersebut menjadi lokasi untuk eksperimen seni berbasis blockchain. Sejak pameran bersama pertama mereka pada Juni 2024, MoMI telah memperkenalkan lebih dari 243.000 pengunjung ke instalasi seni digital. Banyak di antaranya membuat dompet blockchain untuk pertama kalinya melalui pengalaman pencetakan gratis di museum. Kemitraan ini memasuki fase berdurasi satu tahun pada 2025, dengan mengkomisikan 12 seniman untuk menghasilkan karya yang mengintegrasikan kontrak pintar FA2. Program MoMI x Tezos FA2 Fellowship diluncurkan untuk mengajarkan seniman dan pengembang cara mengintegrasikan kontrak ini ke dalam praktik mereka.

Melalui kolaborasi ini, MoMI menjangkau audiens baru dalam seni blockchain dan menetapkan standar partisipasi institusional dalam Web3. Program ini menghubungkan pembelajaran teknis dengan penciptaan seni, menunjukkan bagaimana alat blockchain dapat beroperasi dalam konteks museum. Menurut Tezos Foundation, kemitraan ini akan berlanjut hingga Januari 2027.

Baca Juga: Panduan Lengkap Minting NFT: Hindari Kesalahan Pemula dan Pahami Dasarnya

Upaya pendidikan dan keterlibatan publik di Tezos tidak terbatas pada museum. Yayasan ini mendukung program kreatif global, lokakarya, dan pameran yang memperkenalkan teknologi blockchain kepada audiens baru.

Acara besar pada 2025 menyoroti jangkauan ekosistem Tezos di seluruh benua. Pada Februari, NFT Paris menampilkan pionir seni digital Kiki Picasso, yang mempresentasikan demonstrasi langsung menggunakan Quantel Paintbox asli dari tahun 1980-an. Tur “Paintboxed – Tezos World Tour” mengunjungi New York, Miami, Paris, dan Basel selama Art Basel, menghubungkan audiens dengan sejarah dan masa depan seni digital.

Pameran terbesar adalah Art on Tezos Berlin, festival tiga hari yang mengubah kota tersebut menjadi pusat global untuk seni blockchain. Festival ini menarik lebih dari 700 pengunjung, mengumpulkan lebih dari 500 seniman, dan menampilkan tokoh-tokoh terkemuka yang mengeksplorasi hubungan antara seni, teknologi, dan kecerdasan buatan. Karya seniman seperti p1xelfool, OONA, dan penyair Franziska Ostermann menunjukkan bagaimana interaksi digital dan ekspresi langsung dapat bersatu melalui media berbasis blockchain.

Acara ini bertepatan dengan partisipasi di pameran seni internasional termasuk Paris Photo, di mana Tezos menampilkan booth yang dikurasi oleh Artverse. Karya seniman Niceaunties, Grant Yun, Reuben Wu, Shavonne Wong, Emi Kusano, dan Genesis Kai dipamerkan dan tersedia melalui objkt one. Penjualan yang kuat dan keterlibatan pengunjung yang tinggi mencerminkan pengakuan yang semakin besar terhadap Tezos sebagai platform bagi kolektor dan seniman.