MakersPlace, Pasar Seni Digital dan NFT Tutup karena Sulit Pendanaan

MakersPlace, platform seni digital populer

ASIAWORLDVIEW – MakersPlace, platform seni digital populer yang didirikan pada tahun 2018, mengumumkan penutupannya. Hal itu karena tantangan yang sedang berlangsung di pasar Non-Fungible Token (NFT) dan kesulitan mendapatkan pendanaan lebih lanjut, dikutip dari cryptotimes, Jumat (17/1/2025).

MakersPlace, platform NFT, tempat seniman dan kolektor dapat membeli, menjual, dan menghasilkan karya seni digital. Namun, penutupan platform ini terjadi setelah pasar bearish di industri NFT, dengan volume perdagangan mengalami penurunan drastis.

Pada pembaruan pengembangan saat ini, MakersPlace telah menghentikan pembuatan akun baru, impor token, dan pembuatan. Meskipun acara atau pameran baru tidak akan dibuat di platform ini, karya seni yang saat ini ada di situs dapat dibeli dalam waktu terbatas.

Baca Juga: Pasar NFT Alami Penurunan Terparah sejak 2020

Untuk membantu transisi seniman dan kolektor, MakersPlace akan membantu transfer aset, memastikan karyawan menerima pesangon, dan mengembalikan dana yang tidak terpakai kepada investor. Pengguna disarankan untuk mentransfer aset mereka dari dompet kustodian platform ke dompet mereka sendiri.

Fitur transfer yang ditingkatkan akan diperkenalkan pada Februari 2025, dengan batas waktu transfer akhir ditetapkan pada Juni 2025. Penutupan ini menyoroti volatilitas yang sedang berlangsung di pasar NFT.

Menurut laporan DappRadar, volume perdagangan NFT pada tahun 2024 turun secara signifikan, dengan penurunan sebesar 19% dibandingkan tahun 2023. Meskipun terjadi sedikit pemulihan pada kuartal keempat, penurunan secara keseluruhan menjadikan tahun 2024 sebagai salah satu tahun terburuk bagi NFT sejak kenaikannya pada tahun 2021.

Seiring dengan berkembangnya ruang NFT, penutupan MakersPlace berfungsi sebagai pengingat akan tantangan yang dihadapi seniman, kolektor, dan platform dalam ekonomi digital yang berubah dengan cepat.