ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin hari ini, Jumat (12/12/2025), berada di kisaran USD 92.253 per koin atau sekitar Rp1,53 miliar (kurs Rp 16.655 per USD). Tren melemah tipis sebesar 0,24% dalam 24 jam terakhir.
Bitcoin sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini menunjukkan pergerakan yang relatif stabil meski berada di zona merah. Penurunan tipis ini mencerminkan adanya tekanan jual di pasar kripto global, di mana mayoritas aset digital utama juga mengalami pelemahan.
Dalam sepekan terakhir, Bitcoin tercatat turun 0,24%, menandakan konsolidasi harga setelah sempat menguat sebelumnya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan faktor eksternal seperti kebijakan moneter Amerika Serikat, pergerakan suku bunga, serta sentimen investor terhadap aset berisiko.
Kapitalisasi pasar Bitcoin diperkirakan mencapai IDR 30.812 triliun, sementara volume perdagangan 24 jamnya turun 11% menjadi IDR 819,62 triliun.
The Fed sebelumnya diperkirakan akan mengambil sikap yang lebih dovish, tetapi kenyataannya memicu fase ambil untung setelah Bitcoin melonjak ke USD92.000.
Baca Juga: Trump Bocorkan Nasib Hubungan AS dengan China Dorong Harga Bitcoin Menguat
Ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter The Fed meningkat setelah munculnya perbedaan pendapat di antara para pejabatnya.
Meski demikian, harga Bitcoin tetap bertahan di atas level psikologis USD 90.000, yang dianggap sebagai area support penting oleh banyak trader. Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harian seperti ini biasanya tidak terlalu memengaruhi strategi, sementara bagi trader harian, perubahan kecil bisa menjadi peluang untuk mengambil keuntungan dari volatilitas pasa
Selain itu, berita bahwa The Fed akan membeli hingga $40 miliar obligasi pemerintah dalam 30 hari ke depan menambah ketidakpastian. Tidak akan ada pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, dan pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan pada Januari 2026.
Harga Bitcoin menghadapi resistensi, level dukungan penting terlihat
Menurut analis pasar terbaru, upaya harga Bitcoin untuk menembus kisaran $93.000 hingga $94.000 belum berhasil. Kegagalan ini membuat pasar kini fokus pada level dukungan penting berikutnya.
Salah satu zona dukungan yang diperkirakan akan diuji ulang dalam waktu dekat berada di kisaran $88.000 hingga $89.000.
Jika Bitcoin mampu bertahan di zona dukungan ini, ada kemungkinan harga akan menguat kembali. Namun, jika harga tidak mampu mempertahankan level ini, analis memprediksi penurunan lebih lanjut menuju $85.000.
Aktivitas on-chain Bitcoin terbaru menunjukkan potensi besar di kalangan pedagang. Ketika kerugian realisasi di jaringan di bawah 37, ini sering dianggap sebagai sinyal kuat untuk membeli saat harga turun.
Saat ini, kerugian yang direalisasikan berada di -18%, yang menunjukkan bahwa investor mungkin mulai kembali masuk ke pasar.
