Jakarta Jadi Kota Terbesar, Ekonomi Digital Kian Menguat

Kawasam Senayan, Jakarta.(Unsplash.com/@achmad-al-fadhli)

ASIAWORLDVIEW – Jakarta secara resmi menjadi kawasan perkotaan terbesar di dunia pada tahun 2025. Pencapaian ini bertepatan dengan perkembangan besar lainnya bagi Indonesia tahun ini: keanggotaan penuh negara ini dalam BRICS. Langkah yang semakin memperkuat peran Asia Tenggara dalam membentuk pertumbuhan ekonomi global.

Bahkan sebelum menerima peringkat baru dari PBB, Jakarta sudah menjadi salah satu megakota paling dikenal di dunia. Sebagai ibu kota ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Jakarta telah lama berfungsi sebagai pusat keuangan, industri, budaya, dan diplomasi regional. Urbanisasi yang cepat, komunitas yang beragam, dan infrastruktur yang terus berkembang seringkali menempatkan Jakarta di pusat studi perkotaan global.

Keunggulan Jakarta juga berasal dari perannya sebagai gerbang menuju industri teknologi dan kreatif Indonesia yang sedang berkembang, menjadikannya nama yang familiar bagi investor, peneliti, dan wisatawan.

Baca Juga: Ekonomi Digital Indonesia Kuasai 40% Nilai ASEAN

Keanggotaan resmi Indonesia di BRICS, yang diumumkan awal tahun ini, merupakan langkah alami bagi negara dengan salah satu ekonomi paling dinamis di dunia berkembang. Keanggotaan ini mendukung tujuan jangka panjang Indonesia dalam infrastruktur, peningkatan industri, diversifikasi perdagangan, dan pengembangan berbasis teknologi.

Bagi BRICS, Indonesia menambah skala demografis, ketahanan ekonomi, dan jangkauan geografis strategis ke Asia Tenggara – memperkuat jaringan ekonomi emerging yang bersama-sama membentuk masa depan pertumbuhan global.

Kemunculan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia bukan hanya pencapaian demografis; hal ini mencerminkan momentum Asia Tenggara sebagai pusat baru pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh teknologi digital.

Indonesia sendiri menyumbang lebih dari 40 persen populasi ASEAN dan diperkirakan akan mencapai ekonomi digital senilai USD360 miliar pada 2030, terbesar di kawasan ini. Skala ini telah mengubah Jakarta menjadi ekosistem inovasi yang kuat:

Lebih dari 2.400 startup teknologi beroperasi di kota ini, menempatkannya di antara 20 pusat startup global teratas. Penetrasi pembayaran digital kini melebihi 80 persen di kalangan penduduk perkotaan. Kota ini berfungsi sebagai laboratorium alami untuk fintech, e-commerce, solusi kota pintar, dan layanan publik yang didukung AI.

Bulan ini, Asosiasi Ekonomi Digital Internasional (iDEA), bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), akan mengadakan sesi strategis berjudul “ASEAN & BRICS: Menetapkan Tatanan Global Baru dalam Fintech dan Keuangan Digital” selama Bulan Fintech Nasional Indonesia 2025.

Dua tonggak sejarah pada 2025 – Jakarta diakui sebagai kawasan perkotaan terbesar di dunia dan Indonesia bergabung dengan BRICS – menandakan pergeseran arah ekonomi global yang lebih luas. Asia Tenggara, yang dipimpin oleh Indonesia, semakin menjadi pendorong utama pertumbuhan, inovasi, dan transformasi digital.

Momentum Indonesia terlihat jelas di lapangan di Jakarta pekan ini dan tercermin dalam penilaian internasional terbaru. Dengan kota megapolitan yang terus berkembang, ekonomi digital yang meluas, dan kemitraan baru melalui BRICS, negara ini siap memainkan peran yang lebih besar dalam membentuk arah ekonomi dan sosial Global Selatan.