ASIAWORLDVIEW – Menurut Survei Negara Islam Global Laporan Ekonomi (SGIE) 2023/2024, masyarakat belanja pakaian modest fashion dan alas kaki pada tahun 2022 bernilai USD318 miliar, meningkat 8,4% dibandingkan tahun lalu tahun sebelumnya. Jumlah tersebut diperkirakan akan mencapai angka tersebut pada tahun 2027 mencapai $428 miliar, dengan CAGR 6,1%.
Penelitian oleh GlobalData Thematic Intelligence, Indonesia dan Malaysia terbanyak berbelanja modest fashion. Hal itu karena komunitasnya mayoritas Muslim merupakan 61,3% dari populasinya. Dalam laporan Janio, konsumen ini tidak segan-segan membayar premium untuk busana sederhana yang mewah.
Misalnya, label pakaian mode Malaysia Bawal Exclusive menjual jilbab RM50,000 yang terbuat dari impor tekstil Jepang dan kristal Swarovski. Jilbab yang dibuat khusus dipesan dan dibeli untuk musim Hari Raya.
Sementara, di Indonesia terdpt brand Buttonscarves yang dikenal dengan syal mewah dan berkualitas tinggi, menggunakan bahan premium yang tahan lama dan nyaman. Syal atau kerudungnya menampilkan desain yang unik dan penuh gaya yang dibuat dalam kolaborasi dengan para desainer.
Buttonscarves telah membangun reputasi yang kuat untuk kualitas dan gaya, yang juga dapat mempengaruhi harga.vProduk dua brand asal Malaysia dan Indonesia adalah edisi terbatas atau kolaborasi eksklusif, sehingga membuatnya lebih berharga.
Ini adalah kabar baik bagi pengecer yang ingin melakukannya memanfaatkan konsumen Muslim di Asia Tenggara, khususnya bagi mereka yang berada di negara seperti Indonesia. Apalagi, masyarakat di dua negara ini tak segan mengeluarkan uang untuk fashion.
