ASIAWORLDVIEW – Perlombaan menuju chip 2nm semakin memanas. Samsung tampaknya siap untuk kembali menantang dominasi TSMC. Menurut laporan terbaru dari New Daily Korea Selatan, Samsung Foundry telah mengirimkan sampel uji Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dibangun menggunakan proses 2nm Gate-All-Around (GAA) terbarunya.
Samsung dilaporkan menawarkan harga yang agresif untuk menarik kembali Qualcomm, yang berpotensi memicu perang harga baru di industri foundry. Qualcomm kembali menjajaki opsi dual sourcing.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara resmi diperkenalkan di Snapdragon Summit pada akhir September 2025 dan telah memasuki produksi massal di TSMC. Namun, keputusan Qualcomm untuk menguji proses 2nm Samsung tampaknya merupakan langkah strategis untuk mendiversifikasi rantai pasokannya dan mengurangi ketergantungan pada satu foundry.
Baca Juga: Ericsson dan Qualcomm Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia
Selama beberapa bulan ke depan, insinyur Qualcomm akan menguji sampel Samsung untuk konsistensi hasil, manajemen termal, dan keandalan jangka panjang. Jika hasilnya memuaskan, produksi dapat dimulai tepat waktu untuk flagship masa depan seperti Galaxy Z Flip 8 pada 2026.
Ini bukan upaya pertama Samsung dalam memproduksi chip Qualcomm. Upaya sebelumnya dengan Snapdragon 888 dan Snapdragon 8 Gen 1 diwarnai oleh masalah yield dan termal, yang pada akhirnya mendorong Qualcomm untuk beralih kembali ke TSMC. Namun, sejak itu, Samsung tampaknya telah menstabilkan teknologi prosesnya. Raksasa Korea Selatan ini cukup percaya diri untuk melengkapi perangkat lipatnya dengan chip Exynos untuk pertama kalinya tahun ini, menggerakkan Galaxy Z Flip7 dengan Exynos 2500 — dan sejauh ini, perangkat tersebut belum menunjukkan masalah kinerja yang signifikan.
Dengan biaya wafer di node canggih TSMC naik hingga 24% year-over-year, harga yang lebih rendah dari Samsung dapat menjadikannya alternatif yang menarik. Jika Qualcomm menyetujui kemitraan ini, chip Snapdragon 2nm pertama dapat debut di Samsung Galaxy Z Flip8 pada pertengahan 2026. Bagi yang penasaran, Exynos 2600 diperkirakan akan menggerakkan seri Galaxy S26 di sebagian besar pasar, asalkan masuk produksi massal sebelum Januari 2026.
Persaingan sehat antara Samsung dan TSMC juga dapat menguntungkan konsumen, membantu menjaga harga chip tetap terkendali sambil mempercepat peningkatan efisiensi untuk perangkat flagship mendatang.
