ASIAWORLDVIEW – Anchorpoint berencana menghadirkan penerbitan dan penebusan native stablecoin dolar Hong Kong HKDAP di blockchain Solana melalui kerja sama dengan Solana Foundation. Pengumuman kolaborasi tersebut disampaikan pada 30 Oktober 2026 dan disebut sebagai kerja sama pertama Anchorpoint dengan sebuah jaringan blockchain publik.
Jika terealisasi, integrasi ini berpotensi membuka penggunaan HKDAP untuk pembayaran ritel dan transaksi aset keuangan yang ditokenisasi, dengan penyelesaian yang ditargetkan berlangsung hampir seketika. Namun, kedua pihak belum mengumumkan tanggal peluncuran ataupun rincian teknis integrasi, sehingga HKDAP di Solana belum dapat dianggap sudah tersedia bagi pengguna.
HKDAP saat ini masih berada dalam program beta terbatas di Ethereum, dengan akses yang ditujukan terutama bagi kalangan institusi dan pengguna profesional. Anchorpoint menyatakan berencana memperluas akses kepada konsumen ritel setelah persiapan akhir selesai. Perusahaan menyebut setiap HKDAP dirancang memiliki nilai setara satu banding satu terhadap dolar Hong Kong, sementara token yang beredar didukung aset yang dipisahkan dari aset operasional penerbit.
Baca Juga: Solana Alpenglow Resmi Aktif: Finalitas Blok 150 Milidetik, Overhaul Konsensus Terbesar Sejak 2020
Sementara, Anchorpoint telah memperoleh lisensi penerbit stablecoin dari Hong Kong Monetary Authority (HKMA) pada April 2026. Distribusi HKDAP saat ini dilakukan melalui mitra yang berwenang, termasuk HashKey, OSL, dan Standard Chartered Hong Kong.
Bagi Solana, kerja sama ini dapat menambah pilihan aset pembayaran berbasis mata uang fiat di jaringan tersebut sekaligus mendukung pengembangan aset dunia nyata yang ditokenisasi atau real-world assets (RWA). Solana Foundation memperkirakan terdapat sekitar US$4,9 miliar aset tertokenisasi di jaringannya dan lebih dari 835.000 pemegang aset tersebut. Angka ini menggambarkan skala aktivitas yang diklaim jaringan Solana, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan besarnya penggunaan HKDAP kelak.
Perlu dietahui, Anchorpoint menilai kapabilitas dompet Solana dapat membantu menghubungkan stablecoin dengan mitra perusahaan dan aplikasi konsumen, sementara penerbitan serta penebusan langsung di jaringan diharapkan mempermudah aliran dana tanpa harus bergantung pada proses lintas jaringan.
Solana Foundation juga akan menjadi mitra strategis dalam Tokenised Money Adoption Programme milik Anchorpoint. Program tersebut berfokus pada riset, edukasi, dan kolaborasi industri; PwC Hong Kong disebut telah terlibat di dalamnya. Lu Yin, kepala Solana Foundation untuk kawasan Asia-Pasifik, menyoroti pembayaran dan produk keuangan tertokenisasi sebagai kemungkinan penggunaan teknologi blockchain.
CEO Anchorpoint Dominic Maffei menggambarkan Solana sebagai jaringan terbuka untuk menghubungkan berbagai ekosistem. Yayasan itu juga berencana membangun kehadiran lokal di Hong Kong setelah berpartisipasi dalam program OASES.
Langkah Anchorpoint berbeda dari pendekatan jaringan privat yang digunakan HSBC untuk RedCoin, stablecoin yang diluncurkan melalui aplikasi PayMe pada 23 Oktober dan menyasar basis pengguna sekitar 3,3 juta orang. Anchorpoint justru berencana memperluas HKDAP ke jaringan blockchain publik, dimulai dengan Solana, setelah sebelumnya menguji token tersebut di Ethereum.
Persaingan ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan dan penerbit stablecoin tengah menjajaki cara menghubungkan pembayaran digital dengan jaringan blockchain—meskipun tingkat adopsi, kepatuhan, dan manfaat bagi pengguna masih perlu dibuktikan.
