ASIAWORLDVIEW – Bitcoin menunjukkan penguatan moderat dengan kembali menembus level psikologis US$80.000 pada Rabu (28/10/2026). Namun tekanan jual di zona resistensi masih membayangi prospek kenaikan lebih lanjut. Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 08.00 waktu setempat, Bitcoin, naik sekitar 1,20% dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Penguatan ini sejalan dengan data pasar spot yang menunjukkan Bitcoin sempat menyentuh US$81.058,5 dengan kenaikan 24 jam sebesar 1,26% , serta breakout di atas US$81.000 yang menandakan adanya momentum pemulihan jangka pendek setelah sebelumnya sempat tertekan di bawah level tersebut. Meski demikian, pergerakan harga masih berlangsung dalam kisaran yang relatif ketat, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data makroekonomi penting dari Amerika Serikat.
Dari perspektif teknikal, rebound Bitcoin saat ini menghadapi ujian berat di zona resistensi yang cukup padat. Analisis dari bursa Bitfinex mengungkapkan bahwa pada rentang harga US$81.000 hingga US$82.500, terdapat sekitar 874.000 BTC dengan biaya perolehan yang terkonsentrasi di area tersebut. Ketika harga mendekati titik impas para pemegangnya, sebagian investor berpotensi memilih keluar untuk menghindari kerugian lebih lanjut.
Baca Juga: Bitcoin Bergerak Negatif, Berada di Angka US$79.000
Kondisi tersebut menciptakan tekanan jual yang dapat membatasi ruang kenaikan. Bitfinex juga mencatat bahwa level US$81.300 yang sebelumnya berfungsi sebagai support kini telah berubah menjadi resistensi, memperkuat argumen bahwa setiap upaya menembus ke atas akan menghadapi hambatan struktural yang signifikan.
Di sisi lain, analisis Bloomberg menyoroti bahwa investor yang membeli Bitcoin dalam dua tahun terakhir memiliki harga rata-rata di kisaran US$87.000 ke atas, dan level tersebut telah dua kali menahan upaya rebound sepanjang tahun ini, masing-masing diikuti dengan koreksi tajam minimal 25%. Dengan demikian, meskipun terjadi penguatan hari ini, Bitcoin masih bergerak dalam bayang-bayang zona resistensi yang lebih tinggi.
Faktor pendorong utama penguatan hari ini adalah membaiknya sentimen konsumen Amerika Serikat, yang memberikan angin segar bagi aset berisiko termasuk Bitcoin . Namun, pasar kini berada dalam mode menunggu (wait-and-see) menjelang keputusan suku bunga Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Oktober mendatang, serta rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi acuan inflasi favorit The Fed. Ekspektasi pasar saat ini mengarah pada penahanan suku bunga acuan, tetapi pelaku pasar akan mencermati setiap sinyal mengenai kemungkinan kenaikan tambahan pada Desember, terutama jika tekanan inflasi masih berlanjut. Ketidakpastian ini tercermin pada Indeks Fear & Greed yang turun ke level 43, menandakan pergeseran sentimen dari netral ke arah ketakutan.
Di sisi arus dana, data pasar menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot di AS sempat mencatat net inflow sebesar US$110,3 juta pada 26 Oktober, tetapi aliran masuk tersebut terkonsentrasi pada produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock, sementara produk lainnya relatif datar. Sebelumnya, selama dua hari berturut-turut (22–23 Oktober), ETF Bitcoin spot mengalami net outflow besar-besaran senilai US$773,5 juta, sehingga secara agregat tiga hari terakhir masih mencatat net outflow sekitar US$663 juta. Pola ini menunjukkan bahwa minat institusional belum sepenuhnya pulih secara merata, dan kualitas permintaan spot masih menjadi variabel kunci untuk menentukan keberlanjutan rebound.
Dari sisi likuiditas pasar derivatif, data Coinglass mencatat total likuidasi di seluruh jaringan sebesar US$149 juta dalam 24 jam terakhir, dengan posisi short yang terlikuidasi mencapai US$99,92 juta—lebih besar dibandingkan posisi long sebesar US$48,61 juta*. Untuk Bitcoin secara spesifik, likuidasi short mencapai US$25,77 juta, sementara likuidasi long sebesar US$8,31 juta.

