ASIAWORLDVIEW – Pertamina mendukung UMKM binaannya untuk tampil di INACRAFT Vol.4 menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ekonomi kreatif lokal. Proses kurasi dan seleksi memastikan bahwa produk yang ditampilkan memiliki kualitas dan daya saing tinggi. Melalui coaching clinic yang mencakup aspek branding, packaging, dan storytelling, para pelaku UMKM dibekali keterampilan penting untuk membangun citra produk yang menarik dan bernilai jual tinggi.
Persiapan display booth juga menjadi bagian strategis dalam menciptakan pengalaman visual yang memikat pengunjung pameran. Pendekatan holistik ini tidak hanya meningkatkan potensi transaksi, tetapi juga memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia.
Hal itu diungkapkan Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, Kamis (2/10/2025). Ia menjelaskan, Pertamina telah melakukan berbagai langkah pra-event, mulai dari kurasi dan seleksi UMKM binaan, coaching clinic tentang branding, packaging, storytelling, hingga persiapan display booth di INACRAFT Vol.4.
“Capaian transaksi hari pertama ini menggambarkan kegigihan UMKM dalam mempersiapkan produknya untuk Inacraft. Sehingga bisa langsung membukukan penjualan yang baik pada hari pertama pameran,” jelasnya.
Baca Juga: INACRAFT Vol.4: Merangkai Warisan dan Inovasi di Pusat Kerajinan Asia Tenggara
Pada hari pertama pameran Inacraft Oktober 2025 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), sebanyak 32 UMKM binaan PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan transaksi penjualan lebih dari Rp1,2 miliar. Capaian ini mencerminkan keberhasilan strategi pra-event yang dilakukan Pertamina, termasuk kurasi, coaching clinic tentang branding, packaging, storytelling, dan persiapan display booth.
Beberapa UMKM mencatat transaksi signifikan, seperti Kainnesia asal Yogyakarta yang meraih pesanan seragam dan souvenir senilai lebih dari Rp300 juta. Penjualan Batik yang membukukan lebih dari Rp125 juta dari penjualan produk Batik Sawit ramah lingkungan.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang penjualan ritel, tetapi juga membuka peluang bisnis dan ekspor ke pasar internasional. Dengan kehadiran pembeli internasional, kurator seni, dan distributor global, produk-produk lokal seperti kerajinan tangan, tekstil, dan aksesori memiliki peluang besar untuk dikenal dan dipasarkan secara lebih luas. Inacraft menjadi jembatan antara UMKM dan dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas dan budaya yang kompetitif di kancah global.
