ASIAWORLDVIEW – LAIA pashmina hadir bukan sekadar sebagai produk baru, melainkan sebagai jawaban atas persoalan sehari-hari yang sering dihadapi perempuan dalam berpakaian: bagaimana menemukan look yang selaras antara hijab dan inner tanpa harus memikirkan terlalu banyak. “The Perfect Match”, LAIA memposisikan diri sebagai look yang menyatukan keduanya, bukan sekadar outfit, tetapi harmoni yang dirancang untuk terasa effortless, comfortable, versatile, dan daily look.
Cynthia Ramlan, Founder dan CEO Nabillasyal, mengatakan, “Setelah memperkenalkan LAIA lewat launching bulan Agustus lalu, kami merasa sudah waktunya LAIA bertemu langsung dengan orang-orang yang akan memakainya. LAIA kami rancang sebagai The Perfect Match, bukan hanya sekadar outfit, tetapi look yang match antara hijab dan inner.”
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Nabillasyal menghadirkan pengalaman yang dirancang santai dan interaktif. Para tamu mengenal cerita di balik LAIA bersama Tiqasya, lalu melihat inspirasi styling lewat muse demonstration yang menampilkan 6 style inspirasi outfit dengan LAIA, yaitu Formal to Office Looks, Casual Hangout, Formal Event Wear, Daily Style, Travel Wear, dan Smart Casual.
Dalam kesempatan tersebut, terlihat betapa mudahnya LAIA dipadupadankan untuk berbagai kesempatan. Setelah itu, mereka berkreasi menata look mereka sendiri dalam LAIA Styling Challenge. Semua dirancang agar LAIA tidak hanya dilihat, tetapi benar-benar dirasakan dan dicoba.
Baca Juga: Peluncuran Koleksi Hijab Terbaru, Perkuat Segmen Modest Fashion
“Versatile berarti LAIA dapat ditata ulang dengan aksesori atau outer berbeda untuk menciptakan suasana yang baru, sementara daily look memastikan bahwa pakaian ini relevan untuk keseharian, bukan hanya untuk momen-momen istimewa,” jelasnya.
Karakter effortless yang diusung LAIA bukan berarti tanpa usaha, melainkan hasil dari desain yang telah mempertimbangkan kemudahan sejak awal. Potongan yang tidak rumit, warna yang mudah dipadupadankan, dan material yang nyaman membuat LAIA dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan—dari meeting kantor hingga jalan santai di akhir pekan. Comfortable bukan hanya soal bahan yang lembut, tetapi juga tentang rasa percaya diri yang muncul ketika seseorang tidak perlu terus-menerus menyesuaikan pakaiannya.
“Rasa nyaman dan kemudahan itu tidak cukup hanya dilihat di layar, tetapi perlu dirasakan, dicoba, dan dipadupadankan sendiri. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang yang intim agar para KOL bisa mengenal LAIA lebih dekat dan menemukan gaya mereka sendiri,” ia menambahkan.
Dalam ekosistem modest fashion Indonesia yang terus berkembang, LAIA menawarkan pendekatan yang lebih tenang: tidak mengejar tren yang berlalu cepat, tetapi membangun fondasi gaya yang dapat bertahan. Ini adalah pakaian yang dirancang untuk menemani perempuan dalam berbagai peran—sebagai profesional, ibu, teman, atau dirinya sendiri—tanpa harus berganti identitas setiap kali berganti aktivitas. Pada akhirnya, “The Perfect Match” bukan hanya tentang hijab yang cocok dengan inner, tetapi tentang bagaimana pakaian dapat menyatu dengan kehidupan seseorang, bukan menjadi beban di atasnya.
