Jembatani Kripto dan Logistik, SAL Token Resmi Diluncurkan di Indonesia

Kripto

ASIAWORLDVIEW – SAL Token ($SAL) mengintegrasikan teknologi blockchain dengan industri logistik global yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan internasional. Token ini dikembangkan oleh tim di balik SAS Worldwide Logistics, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang freight dan manajemen rantai pasok internasional, dengan tujuan menghadirkan ekosistem digital yang mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan konektivitas dalam proses logistik.

“Freight dapat bergerak lintas negara dalam hitungan hari, tetapi pembayarannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dan SAL dibangun karena hal itu. Alih-alih membuat token yang benar-benar baru, kami memulainya dari bisnis logistik yang memang sudah kami jalankan untuk melihat bagaimana blockchain dapat menjembatani pembayaran digital dengan aktivitas ekonomi dunia nyata,” ujar Arthur Sulaiman, Managing Director SAS Worldwide Logistics.

Melalui pemanfaatan teknologi blockchain, setiap transaksi dan pergerakan dalam rantai pasok dapat dicatat secara lebih aman, transparan, dan mudah ditelusuri, sehingga berpotensi mengurangi hambatan administratif sekaligus meningkatkan kepercayaan antar pelaku industri. Kehadiran $SAL juga mencerminkan tren semakin dekatnya dunia aset kripto dengan sektor ekonomi riil, di mana teknologi digital tidak hanya digunakan sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai solusi untuk mendukung operasional bisnis dan perdagangan global yang bernilai triliunan dolar.

$SAL dirancang untuk menghubungkan partisipasi blockchain dengan aktivitas ekonomi di dunia nyata, melebihi model aset digital yang penggunaan utamanya hanya untuk dibeli, disimpan, ataupun diperdagangkan. Peluncuran ini berlangsung di tengah terus berkembangnya ekosistem aset digital Indonesia.

Baca Juga: Industri Kripto Usulkan Tarif PPh Transaksi Turun Jadi 0,1%

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital mencapai 22,93 juta per Juli 2026, sementara nilai transaksi aset kripto pada bulan yang sama tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aset kripto, $SAL mengangkat pertanyaan yang berbeda: bagaimana teknologi blockchain dapat digunakan untuk mendorong bisnis di dunia nyata dan mengurangi hambatan transaksi yang berlangsung di perekonomian global?

Perusahaan freight pada umumnya menghadapi jeda waktu antara penyelesaian pengiriman dan penerimaan pembayaran secara penuh dari pelanggan. Barang dapat tiba dalam hitungan hari, sementara pembayaran invoice atas jasa tersebut membutuhkan waktu beberapa minggu, sehingga penyedia jasa logistik membutuhkan modal kerja tambahan.

$SAL dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan bisnis tersebut. Lewat model invoice freight, invoice kemudian dipilih dan diverifikasi, yang berasal dari layanan SAS Worldwide Logistics yang telah selesai. Peserta yang memenuhi kriteria dapat berpartisipasi dalam memberikan pendanaan menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT. Sehingga, pendanaan tersebut dapat menyediakan modal kerja bagi bisnis logistik selama menunggu invoice pelanggan terkait dibayarkan melalui jalur pembayaran yang disepakati. Model ini menempatkan $SAL dalam perkembangan real-world asset atau RWA, yaitu pendekatan yang memanfaatkan infrastruktur blockchain untuk menghubungkan modal digital dengan aset, kewajiban, dan arus kas yang berasal dari aktivitas ekonomi dunia nyata. Yang perlu digarisbawahi, $SAL tidak secara langsung merepresentasikan atau menggantikan invoice freight tersebut. Sebaliknya, $SAL berfungsi sebagai token utilitas dan akses dalam ekosistem, sehingga pemegang akses dapat berpartisipasi dalam aktivitas freight yang telah memenuhi kriteria, sementara proses pendanaan dilakukan secara terpisah menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT.

Pendekatan ini juga mencerminkan pergeseran yang lebih luas di dunia kripto. Alih-alih hanya mengukur melalui jumlah investor atau volume transaksi, model RWA memungkinkan pengguna untuk bereksplorasi tentang bagaimana blockchain dapat berinteraksi dengan industri yang sudah ada dan aktivitas ekonomi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *