Jurnalis Naik Panggung: Fragmen Musikal Payung Fantasi Merayakan 13 Tahun Galeri Indonesia Kaya

ASIAWORLDVIEW — Sebanyak 15 jurnalis dari 15 media berbeda tampil dalam Fragmen Musikal Payung Fantasi di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta. Pertunjukan ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-13 Galeri Indonesia Kaya sekaligus pengalaman pertama bagi para jurnalis untuk terlibat langsung dalam produksi teater musikal. Setelah menghadirkan Wayang Jurnalis pada 10 Oktober lalu, Galeri Indonesia Kaya kembali melibatkan jurnalis melalui program Musikal Jurnalis. Pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit ini diadaptasi dari Serial Musikal Payung Fantasi yang tersedia di kanal YouTube Indonesia Kaya.

Musikal tersebut mengangkat perjalanan hidup komponis legendaris Indonesia, Ismail Marzuki. Kisahnya mencakup kecintaannya terhadap musik, perjalanan karier bersama Orkes Lief Java, kisah cintanya dengan Eulis, hingga perjuangannya menyuarakan semangat kemerdekaan melalui lagu-lagu ciptaannya. Cerita disampaikan melalui dialog, musik, dan gerak panggung. Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa Musikal Jurnalis memberi kesempatan bagi para jurnalis untuk mengenal proses kreatif pertunjukan dari sisi yang berbeda

“Selama 13 tahun perjalanan Galeri Indonesia Kaya, kami terus berupaya tumbuh bersama Indonesia dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan merayakan keberagaman budaya Tanah Air. Kami bersyukur dapat berjalan bersama rekan-rekan jurnalis yang selama ini menjadi bagian penting dalam menyebarkan cerita tentang seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Melalui Musikal Jurnalis, kami ingin mengajak rekan-rekan jurnalis untuk merasakan pengalaman baru di atas panggung. Jika selama ini mereka berperan di balik layar untuk meliput dan menceritakan sebuah pertunjukan, kali ini mereka berkesempatan menjadi bagian langsung dari proses kreatifnya. Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi kenangan yang menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dan apresiasi yang lebih besar terhadap seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian.

Baca Juga: Lestari Tradisi Bandung 1990 Hidupkan Kesenian Sunda dan Pop Sunda

Persiapan pertunjukan dipandu oleh Pasha Prakasa, penampil, koreografer, sekaligus sutradara yang pernah terlibat dalam Serial Musikal Payung Fantasi sebagai Sutradara Teater. Ia bekerja bersama Dani Dumadi sebagai penata vokal dan Hazim Suhadi sebagai pianis. Selama 12 kali pertemuan, para jurnalis menjalani latihan untuk mendalami karakter, memahami cerita, serta mempersiapkan penampilan di atas panggung. Proses tersebut juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk mempelajari cara menyampaikan cerita melalui dialog, musik, dan gerak.

“Sebagai seseorang yang pernah berprofesi sebagai jurnalis, saya merasa senang mendapat kesempatan untuk mendampingi rekan-rekan jurnalis dalam pengalaman berkesenian ini. Saya memahami bahwa bagi mereka, tampil di atas panggung merupakan pengalaman yang berbeda dari keseharian mereka. Namun, saya bangga melihat perkembangan mereka selama proses latihan yang singkat dan intensif. Semangat belajar, keterbukaan untuk mencoba hal baru, dan kerja sama yang ditunjukkan menjadi bagian yang sangat menyenangkan dari proses ini. Saya berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk tampil, tetapi juga membuka perspektif baru tentang proses kreatif di balik sebuah pertunjukan musikal,” ujar Pasha Prakasa.

Pementasan ini turut melibatkan enam peserta program Intensif Musikal Budaya. Kolaborasi tersebut mempertemukan peserta dengan latar pengalaman berbeda dalam satu proses kreatif sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan talenta seni pertunjukan. Fragmen Musikal Payung Fantasi membawakan lima lagu karya Ismail Marzuki, yaitu Payung Fantasi, Pasar Gambir, Dari Mana Datangnya Asmara, Halo-Halo Bandung, dan Indonesia Pusaka. Pertunjukan ini juga menampilkan lagu Matahari Terbit, karya Ivan Tangkulung yang menjadi bagian dari Serial Musikal Payung Fantasi.

Perayaan HUT ke-13 Galeri Indonesia Kaya juga menghadirkan sejumlah pertunjukan lain. Sebelumnya, Di Bawah Bulan Utara telah dipentaskan pada 3 Oktober. Selanjutnya, Menanggung Dua Panggung oleh peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya dijadwalkan tampil pada 23 dan 24 Oktober, disusul Bahasa Persatoean oleh Titimangsa pada 31 Oktober 2026. Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *