ASIAWORLDVIEW – Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata menegaskan pentingnya dukungan terhadap produk lokal sebagai strategi kunci dalam menggerakkan ekonomi nasional. Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan pelaku usaha sebagai kunci untuk mempercepat transformasi digital dan memperluas akses pasar bagi UMKM. Produk lokal tidak hanya menjadi simbol kebanggaan nasional, tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.
“Sinergi antara sektor pariwisata dan industri kreatif lokal akan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” sebutnya dalam diskusi FAMILI (Forum Asli Merek Lokal Indonesia) yang digelar di JITEX 2025, Kamis (18/9/2025).
Ia juga mendorong kolaborasi lintas kementerian dan pelaku usaha untuk mempercepat transformasi digital dan memperluas akses pasar bagi UMKM, sehingga produk lokal tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.
Merek lokal Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkaya narasi pariwisata nasional, karena produk-produk asli daerah tidak hanya mencerminkan identitas budaya, tetapi juga mampu memperkuat daya tarik destinasi wisata.
Baca Juga: Rano Karno Buka JITEX 2025: Panggung Besar UMKM, Investor, dan Masa Depan Ekonomi Jakarta
“Ketika wisatawan berkunjung ke suatu daerah, pengalaman mereka akan semakin bermakna jika disertai dengan interaksi langsung terhadap produk lokal seperti kerajinan tangan, kuliner khas, fashion etnik, atau karya kreatif komunitas setempat,” ia menambahkan.
Produk-produk ini menjadi jembatan antara pariwisata dan ekonomi kreatif, menciptakan pengalaman yang autentik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan mengintegrasikan merek lokal ke dalam ekosistem pariwisata, Indonesia dapat membangun citra destinasi yang unik dan berkelanjutan, serta memperluas peluang ekspor budaya melalui jalur wisata.
Transformasi digital, tambahnya, menjadi elemen krusial dalam mendorong kemajuan UMKM. Hal itu karena mampu membuka peluang baru dalam distribusi produk, strategi promosi, dan efisiensi operasional secara menyeluruh. Dengan memanfaatkan teknologi seperti e-commerce, media sosial, sistem manajemen berbasis cloud, dan kanal pembayaran digital, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan daya saing produk mereka.
“Kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga UMKM tidak hanya bertahan di era digital, tetapi juga mampu berkembang dan menembus pasar global,” ia menambahkan.
