ASIAWORLDVIEW – Puncak acara peRAYAan DesaRupa, yang digelar pada Sabtu, (13/9/2025), menjadi momen penting dalam rangkaian kegiatan Pemilu, Kongres, dan Reuni Ikatan Alumni Universitas Trisakti (Iluni Trisakti). Bertempat di Kampus A Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta, acara ini mengusung tema besar “Ragam Jiwa, Satu Tubuh” sebagai simbol keberagaman dan kesatuan para alumni lintas angkatan.
Lutfie ‘Upie Guava’ Abdullah, sutradara film dan video klip ternama sekaligus alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, turut hadir dan menjadi sorotan dalam puncak acara peRAYAan DesaRupa. Kehadirannya membawa nuansa inspiratif dan emosional, mengingat kontribusinya yang besar dalam dunia kreatif Indonesia.
Sebagai figur yang dikenal luas lewat karya-karya visualnya bersama musisi seperti Afgan, Rossa, dan Sandhy Sondoro, Upie Guava tampil bukan hanya sebagai alumni, tetapi juga sebagai simbol keberhasilan lulusan FSRD Usakti di industri seni dan desain. Dalam suasana penuh semangat kolaboratif, ia menyampaikan pentingnya menjaga semangat berkarya dan membangun jejaring kreatif lintas generasi.
Baca Juga: peRAYAan DesaRupa: Yenny Wahid Tegaskan Peran Seni dalam Identitas dan Pembangunan Bangsa
“Saya percaya bahwa seni dan desain adalah bahasa universal yang bisa menyampaikan harapan, duka, sekaligus semangat zaman namun dalam bentuk yang berbeda. Dari Trisakti, saya belajar untuk selalu jujur pada proses kreatif, apa pun tantangannya,” ujar sosok yang dikenal lewat video musik band NOAH di masa pandemi serta film pendek tentang band Seventeen pasca tsunami.
Selain menjadi ajang pemilihan Ketua dan Formatur pengurus IKA FSRD Usakti periode 2025–2029, acara ini dikemas dalam format pesta demokrasi kreatif yang meriah, lengkap dengan bazar seni, panggung hiburan, dan pameran karya visual. peRAYAan DesaRupa tidak hanya memperkuat ikatan emosional antaralumni, tetapi juga menegaskan peran strategis seni rupa dan desain dalam membentuk identitas budaya serta kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Yenny Wahid turut memperkuat legitimasi acara ini sebagai ruang reflektif dan kolaboratif bagi komunitas kreatif Trisakti. Sementara, Iwan Sung, dengan pengalaman panjang di bidang desain produk bambu dan packaging, menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan.
“Desain produk bukan sekadar membuat sebuah produk, tapi soal bagaimana sebuah karya bisa berguna, relevan, dan berkelanjutan. Itu yang saya pelajari sejak kuliah, dan terus saya bawa dalam perjalanan profesional saya. Harapan saya, FSRD Usakti bisa terus mencetak desainer yang tidak hanya paham estetika, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman dan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
