Emas Naik Tajam, Investor Waspadai Koreksi Jangka Pendek

Emas batang.(Bankrate)

ASIAWORLDVIEW – Harga emas (XAU/USD) kembali mencuri perhatian pasar global pada pertengahan pekan ini. Setelah naik lebih dari 0,60%, logam mulia berlanjut menguat di awal sesi Asia Kamis (11/9/2025) dan sempat diperdagangkan mendekati USD3.645 per troy ons.

Harga emas saat ini menunjukkan tren positif dengan potensi kenaikan lebih lanjut, didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve. Selain itu, kondisi tersebut juga terjadi akibat pelemahan dolar Amerika Serikat atau USD. serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Emas, sebagai aset safe haven, tetap menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang masih membayangi. Namun, di balik prospek jangka panjang yang menjanjikan, terdapat risiko koreksi harga dalam jangka pendek yang perlu diwaspadai.

Baca Juga: Bitcoin vs Emas: Aset Digital Ini Belum Mampu Jadi Pelindung Nilai di Tengah Gejolak Pasar

Faktor-faktor seperti pengambilan keuntungan oleh investor, perubahan kebijakan moneter yang lebih hawkish, atau penguatan mendadak dolar AS dapat menekan harga emas secara temporer.

Strategi investasi yang bijak dan pemantauan pasar secara berkala menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang sekaligus mengelola risiko dalam berinvestasi emas di tengah dinamika global yang terus berubah.

Data ini menambah keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September. Saat ini, pasar uang menilai penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin sudah hampir pasti. Menariknya, peluang pemangkasan yang lebih besar, yakni 50 basis poin, juga mulai naik meski masih di bawah 15%.

Suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang memegang emas, sehingga aset ini semakin diminati. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pun ikut turun ke 4,045%, sementara imbal hasil riil jatuh ke 1,685%.