ASIAWORLDVIEW – EDENA merupakan pendekatan inovatif yang mengubah cara investor mengakses dan mengelola aset. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain dalam jaringan tertutup yang aman, EDENA memungkinkan aset fisik seperti properti, komoditas, atau instrumen keuangan diubah menjadi token digital yang dapat diperdagangkan. Proses ini tidak hanya menyederhanakan transaksi, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penyimpanan serta perlindungan investasi.
“Transformasi keuangan global sedang terjadi sekarang, dengan BlackRock memindahkan USD10 triliun ke aset tokenisasi,” kata Wook Lee, Presiden Direktur PT Edena Capital Nusantara, dalam keterangan pers di Jakarta, baru-baru ini.
Tokenisasi membuat aset yang sebelumnya sulit dijangkau—misalnya properti luar negeri atau produk keuangan eksklusif—menjadi lebih mudah diakses oleh investor dari berbagai latar belakang. Selain itu, sistem trust dan penyimpanan pihak ketiga seperti SS Storage memastikan bahwa aset tetap aman dan terjaga dari risiko eksternal.
Baca Juga: EDENA Luncurkan Token di Indonesia: Gandeng Indodax untuk Potensi Pasar dan Infrastruktur Kripto
“EDENA akan menjembatani modal global ke Indonesia melalui platform EDEX kami, memanfaatkan blockchain konsorsium Auronis untuk keamanan dan transparansi,” ia menambahkan.
EDENA beroperasi di Singapura, Korea Selatan, Kamboja, Indonesia, dan Mesir, dengan hak ekspansi ke 70 negara. Perusahaan memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 9001, memastikan kepatuhan penuh regulasi untuk aset keuangan digital di Indonesia.
“EDENA berperan sebagai jembatan antara teknologi canggih dan kebutuhan investor modern, membuka peluang baru dalam dunia investasi yang inklusif dan terdesentralisasi,” ia menjelaskan.
Token EDENA, yang akan dicatatkan di Indodax, berfungsi sebagai kendaraan investasi utama untuk aset tokenisasi dan memungkinkan transaksi lintas batas yang mulus. Token ini memberikan diskon biaya perdagangan hingga 50%, hak tata kelola, dan akses ke kredit karbon tokenisasi serta aset lingkungan.
