ASIAWORLDVIEW – Warga Ubud dilanda duka mendalam akibat kebakaran besar yang melanda Pura Dalem Ubud. Pura ikonik yang terletak di puncak Ubud tersebut terbakar, menyebabkan kerugian yang dilaporkan oleh masyarakat sebesar IDR 1,7 miliar.
Dua bangunan suci di Pura Dalem Ubud hancur akibat kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.30 pada Senin, 8 September. Laporan awal dari warga yang berada di lokasi menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari bara api di Pura Sang Hyang Jaran setelah pertunjukan tari Kecak rutin di pura setempat.
Struktur pura yang hancur akibat kebakaran meliputi Bale Gong (Gedung Gong) berukuran 12 x 6 meter dengan 12 tiang kayu dan sejumlah barang suci. Kebakaran juga menghancurkan tiga jempana (kursi penyangga patung), dua yang kuno dan satu yang baru. Kerugian total diperkirakan mencapai IDR 1,7 miliar.
Baca Juga: Pariwisata RI Dihadapkan pada Tantangan Pasca Demo Agustus 2025
Berbicara kepada wartawan beberapa jam setelah kebakaran, Kepala Desa Tradisional Ubud, I Made Ada, menjelaskan bahwa api diyakini berasal dari Sang Hyang Jaran, sebuah tempat suci yang terbuat dari daun kelapa kering. Kemudian menyebar dan melahap bangunan.
“Kebakaran pertama kali ditemukan oleh pecalang dan pemuda yang berada di kompleks pura. Tidak ada korban jiwa atau luka-luka. Ini murni kecelakaan.” Api sempat melahap atap Balai Pangungan (Gedung Pangungan) di sebelah timur sebelum berhasil dikendalikan. Warga setempat dan pecalang bekerja sama memadamkan api, namun api menyebar terlalu cepat, sehingga petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan.
Pura Dalem merupakan tempat suci dengan nilai spiritual dan arsitektur khas Bali. Beruntung, pratima suci atau sesuhunan berhasil dievakuasi, menjaga esensi sakral pura tetap utuh. Pemerintah melalui BPBD Gianyar segera melakukan pemadaman dan kini tengah menyelidiki penyebab kebakaran, yang diduga berasal dari sisa bara api usai pementasan Tari Sanghyang Jaran3. Garis polisi telah dipasang di lokasi, dan komunitas adat setempat menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah, sambil menunggu langkah restorasi dan pemulihan yang diharapkan segera dilakukan demi menjaga warisan budaya dan spiritual Ubud.
