Tekan Harga, Pemerintah Distribusikan 1,3 Juta Ton Beras hingga Akhir Tahun

Stok beras Bulog.

ASIAWORLDVIEW – Distribusi beras oleh pemerintah Indonesia dilakukan dalam rangka Gerakan Pangan Murah (GPM). Hal ini membantu menekan fluktuasi harga beras di berbagai wilayah.

“Inisiatif ini telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga beras,” kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pernyataan yang dikutip Asiaworldview.com, Minggu (31/8/2025).

Hingga akhir Agustus, beras SPHP bersubsidi — bagian dari program Pasokan Pangan dan Stabilisasi Harga (SPHP) pemerintah — telah didistribusikan ke 4.662 dari 7.285 kecamatan, menjangkau lebih dari 3,4 juta orang.

Sebagai hasilnya, 33 dari 233 kabupaten yang sebelumnya melaporkan kenaikan harga kini menyatakan harga telah normal, sementara 55 kabupaten bahkan melaporkan penurunan harga, kata menteri tersebut.

Pemerintah telah mengalokasikan 1,3 juta ton dari cadangan berasnya untuk program SPHP dari Juli hingga Desember. Beras bersubsidi dijual seharga Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per 5 kilogram.

Baca Juga: Prabowo: Surplus Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah, Indonesia Bangkit Jadi Eksportir Beras

Harganya jauh di bawah harga pasar rata-rata. Di beberapa daerah, harga bahkan turun lebih lanjut menjadi Rp11.000 per kilogram. Hal itu terjadi berkat subsidi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Program ini didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, dan perusahaan milik daerah (BUMD), membantu memastikan distribusi menjangkau desa-desa terpencil, pulau-pulau, dan daerah pegunungan.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, program GPM tidak hanya melindungi daya beli masyarakat tetapi juga membantu mengendalikan inflasi nasional,” tegas Karnavian.

Dia menambahkan bahwa kesuksesan program ini menunjukkan bagaimana upaya bersama dapat memberikan solusi konkret terhadap kenaikan harga pangan sambil memastikan akses ke beras yang terjangkau.