Ruang Kuliner Hangat dengan Open Kitchen, My Dear Clara Hadirkan Italian-Inspired Dining

Menu makanan terinspirasi dari Italia.

ASIAWORLDVIEW – Bali selalu memberikan kejutan bagi wisatawan, khususnya di dearah Uluwatu. Lokasi ini kembali punya destinasi kuliner yang langsung menyita perhatian: My Dear Clara, restoran bergaya Italian-inspired. Dengan kapasitas 140 kursi yang resmi membuka pintunya pada 5 September 2026. Digawangi oleh tim di balik KALA, salah satu favorit lokal di Uluwatu, restoran ini lahir dari persahabatan kreatif dan kecintaan yang sama pada hospitality yang santai, hangat, dan tidak dibuat-buat.

Komunitas Uluwatu pun menyambutnya seperti keluarga, seolah venue ini memang sejak awal dirancang untuk menjadi ruang berkumpul yang akrab. Filosofinya sederhana tapi kuat: taste is a way of thinking, and hospitality is an invitation—selera bukan sekadar soal rasa di lidah, melainkan cara berpikir, dan keramahan adalah undangan untuk masuk, duduk, dan menikmati momen.

Buat para penggemar KALA dan restoran saudaranya seperti Lola’s Cantina (Uluwatu dan Canggu), Lolitas Cantina Mexicana (Uluwatu), serta Two Moods (Canggu), elemen khas mereka akan langsung terasa: keseruan yang digerakkan oleh komunitas, suasana yang cair, dan energi yang terasa hidup sejak pintu dibuka.

Baca Juga: Sambut Etta The Place, Hotel dan Restoran yang Jadi Pusat Kehidupan Lokal

Secara desain, My Dear Clara memadukan keindahan dan kehangatan dalam satu ruang yang teatrikal. Langit-langitnya tinggi menjulang, sofa-sofa empuk mengundang untuk berlama-lama, sementara palet warna hangat dari kayu dan tekstur bata menghubungkan area makan atas dan bawah. Jantung ruangan ini adalah open kitchen yang benar-benar menjadi tontonan—sebuah panggung kuliner tempat para tamu bisa menyaksikan langsung keahlian dapur Italian-inspired mereka.

Menu makanan terinspirasi dari Italia.
Menu makanan terinspirasi dari Italia.

Menu My Dear Clara berfokus pada local produce, house-made dairy, dan fresh flour, disajikan dalam berbagai shared plates yang cocok untuk dinikmati bersama. Untuk pembuka, ada Caccio Peppe Arancini dengan saus vodka dan burrata, Tomato on Focaccia dengan anchovy, serta Cured Prosciutto dengan rosemary chips dan lemon zest. Setiap hari tersedia pilihan cold cuts dan keju yang diiris langsung sesuai pesanan, termasuk Mortadella, Salami Milano, Prosciutto, Coppa, Grana Padano, dan Pecorino Sardo.

Di kategori small plates, hadir Yellowfin Tuna Crudo dengan melon manis dan catalana dressing, Vitello Tonnato dengan veal dimasak perlahan dan saus tonnato, serta Octopus Mortadella berpadu pistachio dan celery gremolata. Untuk hidangan pasta dan piring besar, ada Baked Layers dengan ragù dimasak perlahan dan anchovy crumbs, Beef Cheek Pappardelle dengan balsamic dan pecorino, Duck Caramelle dalam saus mentega jamur, serta Saffron Risotto.

Pilihan main course yang lebih besar mencakup Barramundi Aqua Pazza, Lamb Shank dengan white bean brodetto dan tomato pesto, serta Porchetta klasik dengan salsa verde dan spiced jus. Penutupnya tak kalah menggoda: Pistachio Tiramisu dengan tagline “one spoon, take what you want” dan Burnt Cheesecake dengan karamel dan balsamic.

Detail kecil yang playful juga hadir di meja: taplak putih bersih dilapisi kertas dan krayon. Mengundang tamu untuk menggambar, bermain, atau meninggalkan jejak kecil sambil menunggu hidangan datang.

Bagi yang penasaran dengan prosesnya, tersedia beberapa interactive station yang bisa dinikmati secara all-access: The Cheese Factory, ruang keju transparan di lokasi yang menggunakan susu lokal Jawa untuk menarik, meregangkan, dan menyiapkan keju segar setiap hari. Misalnya, Ricotta, Stracciatella, Burrata, Feta, Halloumi, Mozzarella, dan Scamorza; The Pasta Section, kursi baris depan untuk menyaksikan pembentukan pasta klasik dan kontemporer seperti Casarecce, Bigoli, Gnocchi, Pappardelle, dan Tagliatelle.

Bahkan, terdapat The Pizza Making Bar, tempat dapur melempar pie Roman-style yang ultra-crisp, dari Margherita klasik hingga topping signature kontemporer. Jangan lupakan The Cocktail Laboratory, bar berteknologi tinggi yang memakai rotary evaporator untuk infus cairan custom dan twist cerdas pada aperitivo klasik.

Untuk minuman, program beverage-nya menyimpan cellar berisi bold reds, crisp skin-contacts, dan opsi effervescent seperti Peach Italicus, Lillet, atau Limoncello Spritzes. Cocktail highlight-nya termasuk Cherry Americano, Grappa Sour, Parmigiano Martini yang ultra-savoury, serta liquid dessert seperti Lemon & Coconut Sgroppino dan Tiramisu Espresso Martini. Yang membuat My Dear Clara semakin istimewa, venue ini dirancang untuk berevolusi seiring malam berjalan.

Live soundtrack mengatur mood setiap malam, tetapi akhir pekan menawarkan sesuatu yang lebih spesial: setelah makan malam, lampu diredupkan, DJ kurasi menaikkan energi, dan ruangan bertransformasi menjadi grown-up dinner party—tempat untuk obrolan larut malam, sketsa di meja, dan mungkin sedikit berdansa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *