Dirty Latte, Minuman Kopi Teatrikal yang Sedang Populer

Dirty Latte

ASIAWORLDVIEW – Dirty latte, minuman kopi yang belakangan populer karena tampilannya unik sekaligus rasanya yang khas. Ini bisa dibilang sebagai salah satu minuman kopi paling teatrikal karena menyajikan drama rasa dan visual langsung di dalam gelas.

Secara sederhana, dirty latte dibuat dengan menuangkan espresso panas langsung ke atas susu dingin tanpa diaduk. Alhasil menghasilkan kontras visual antara lapisan kopi pekat berwarna cokelat gelap dengan crema keemasan di permukaannya dan susu putih dingin yang bersih di bagian bawah.

Tampilan gradasi itu tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi semacam “peta rasa” yang bisa dinikmati lapis demi lapis. Perbedaan suhu ini menciptakan sensasi rasa yang berbeda.

“Rasa Dirt Latte memiliki rasa unik. Tegukan pertama terasa kuat, pekat, dan pahit dari espresso yang masih hangat, dengan aroma panggang yang dalam, sentuhan karamel, cokelat pahit, dan sedikit nutty. lalu bergeser menjadi lembut dan creamy dari susu yang dingin. Lalu, menghasilkan mouthfeel yang halus, lembut, dan menenangkan di lidah,” sebut Maulana Wiga, CEO BepahKupi saat menjawab pertanyaan Asia World View, Rabu (23/9/2026), mengenai olahan minuman kopi kekinian.

Baca Juga: Perjalanan Kopi Tak Pernah Berakhir: Dari Eksperimen ke Gaya Hidup

Dalam penyajiannya, barista biasanya memilih gelas kaca transparan agar keindahan lapisan itu terlihat jelas. Tak lupa, menggunakan susu yang sudah didinginkan—kadang dengan tambahan es batu—dan menuangkan espresso perlahan agar tidak langsung tercampur. Jadi permukaan susu tetap utuh dan espresso membentuk semacam “tudung” gelap yang menggoda.

“Popularitasnya muncul karena pengalaman minum yang berlapis ini dianggap lebih menarik dibanding latte biasa. Apalagi dengan ditambah tampilannya yang fotogenik sehingga sering dibagikan di media sosial; belum lagi namanya yang sedikit provokatif dirty, seolah menggambarkan espresso yang dengan sengaja,” tambahnya.

Bagi pecinta kopi, dirty latte adalah pilihan favorit ketika ingin mencoba sesuatu yang sederhana namun berbeda: tidak perlu syrup, tidak perlu topping berlebihan, cukup espresso dan susu dengan teknik penyajian yang tepat. Cara menikmatinya pun sering kali menjadi ritual tersendiri—tidak diaduk agar kontras suhu dan rasa tetap terjaga, atau diaduk perlahan setelah beberapa tegukan untuk merasakan transisi dari pahit pekat ke lembut creamy. Minuman ini cocok dipadukan dengan pastry bermentega seperti croissant.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *