ASIAWORLDVIEW – Kisah tragis yang menimpa balita bernama Raya di Sukabumi, Jawa Barat, telah mengguncang publik setelah diketahui bahwa tubuhnya dipenuhi cacing parasit hingga mencapai otak. Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025 di RSUD R. Syamsudin dalam kondisi mengenaskan.
Lebih dari satu kilogram cacing ditemukan di tubuhnya, bahkan keluar dari hidung dan anus saat perawatan. Infeksi berat yang dialaminya diduga berasal dari cacing gelang (Ascaris lumbricoides), akibat buruknya sanitasi dan pola asuh, mengingat kedua orang tuanya mengalami gangguan kesehatan mental dan fisik.
Keluarga Raya juga tidak memiliki dokumen kependudukan, sehingga akses terhadap layanan kesehatan sangat terbatas. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa kematian Raya kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi berat yang memicu sepsis, bukan semata-mata karena cacingan. Kasus ini menjadi sorotan nasional dan membuka diskusi tentang lemahnya deteksi dini, pentingnya edukasi kesehatan, serta perlunya perbaikan sistem layanan sosial dan kesehatan dasar di Indonesia.
Baca Juga: Pilih Cereal dengan Serat Tinggi demi Kesehatan Pencernaan
Asiaworldview.com mengutip dari berbagai sumber, Senin (25/8/2025), menjaga kesehatan dan mencegah cacingan dapat dilakukan melalui pola hidup bersih dan sehat yang konsisten. Langkah utama adalah mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air besar, karena cacing sering masuk ke tubuh melalui tangan yang terkontaminasi tanah atau kotoran.
Konsumsi makanan yang dimasak dengan matang dan air minum yang bersih juga sangat penting untuk mencegah masuknya telur cacing ke dalam sistem pencernaan.
Minuman juga harus berasal dari sumber yang aman, seperti air matang atau air mineral dalam kemasan, untuk mencegah masuknya telur cacing melalui cairan yang terkontaminasi. Selain itu, konsumsi makanan bergizi seperti yogurt, bawang putih, dan pepaya diketahui memiliki sifat antiparasit alami yang dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Dengan memilih makanan dan minuman yang bersih dan bergizi, tubuh akan lebih kuat dalam melawan infeksi parasit dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Selain itu, menjaga kebersihan kuku, tidak berjalan tanpa alas kaki di tanah yang lembap, serta rutin membersihkan lingkungan tempat tinggal dapat mengurangi risiko paparan cacing.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pemberian obat cacing minimal dua kali setahun, terutama bagi anak-anak, juga dianjurkan sebagai langkah preventif. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini, risiko cacingan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan daya tahan tubuh masyarakat.
