Prabowo Subianto Tekankan Kemandirian Energi sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya

ASIAWORLDVIEW – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan enam langkah strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri. Pemerintah mempercepat pengembangan energi domestik dari minyak kelapa sawit, jagung, singkong, tebu, batu bara, panas bumi, hingga energi surya.

Selain itu, mendorong pengembangan campuran bahan bakar B50 dan E50 guna mengurangi ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Juga memperkuat energi terbarukan dengan target pembangunan PLTS 100 GWp dalam tiga tahun. Keempat, meningkatkan produksi minyak nasional melalui optimalisasi ladang dan percepatan eksplorasi. Kelima, melanjutkan rencana pembangunan PLTN sebagai bagian dari bauran energi.

“Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya mencapai kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri,” kata Teddy Indra Wijaya dalam pernyataan tertulis pada Jumat (18/9/2026).

Pemerintah juga menyusun peta jalan energi komprehensif yang mencakup target tahunan, kebutuhan investasi, jadwal pelaksanaan, serta pembagian tugas. Menurut Presiden, kemandirian energi bukan hanya soal memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan memberi ruang bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunan di tengah dinamika geopolitik global.

Baca Juga: Menteri Bahlil: Program B50 Kurangi Impor Minyak

“Arahan Presiden bahwa kemandirian energi nasional harus dibangun berdasarkan kekuatan dan sumber daya Indonesia sendiri,” ia menambahkan.

Pemerintah juga mendorong mempercepat pengembangan berbagai sumber energi dalam negeri, termasuk minyak kelapa sawit, jagung, singkong, tebu, batu bara, panas bumi, dan energi surya. Langkah selanjutnya adalah mengembangkan campuran bahan bakar B50 dan E50 guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak impor.

Pemerintah juga memperkuat energi terbarukan dengan mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga mencapai 100 gigawatt puncak (GWp) dalam waktu tiga tahun. Hal ini diikuti dengan peningkatan produksi minyak nasional melalui optimalisasi ladang minyak dan sumur yang ada, serta percepatan kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan produksi energi dalam negeri.

Pemerintah membahas rencana lanjutan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Hal ini sejalan dengan studi dan tahapan yang telah disiapkan sebagai bagian dari penguatan bauran energi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *