ASIAWORLDVIEW – Lonjakan harga Bitcoin ke level USS79.387,86 dengan kenaikan harian 2,89% menjadi sorotan utama pasar kripto. Kondisi ini terjadi setelah rilis data inflasi terbaru Amerika Serikat. Kondisi ini menunjukkan tanda-tanda moderasi tekanan harga. Pergerakan ini tidak hanya mengangkat nilai Bitcoin.
Selain itu, mendorong kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan naik 2,36% ke USD2,69 triliun, menandakan adanya sentimen positif yang meluas di kalangan investor. Reli tersebut turut memengaruhi aset kripto besar lainnya.
Tak hanya Bitcoin, Ethereum berhasil mencetak level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, memperkuat pandangan bahwa altcoin menikmati momentum bullish. Sementara itu, XRP tetap berfluktuasi di sekitar USD1,40, menunjukkan adanya konsolidasi harga di tengah volatilitas pasar.
Baca Juga: FLOQ: Pasar Bitcoin Masuki Fase Pembuktian
Kenaikan ini terjadi karena investor menilai data inflasi yang lebih jinak dapat mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter agresif Federal Reserve, sehingga memperbesar minat terhadap aset berisiko seperti kripto.
Karena inflasi supercore tidak melibatkan minyak, intensitasnya dapat mengindikasikan keberlanjutan permintaan domestik. Para pelaku pasar suku bunga memperhatikan tingkat percepatan bulanan tersebut, berbeda dengan penurunan inflasi inti tahunan. Reaksi mereka berlawanan dengan para investor yang lebih serius mempertimbangkan tren disinflasi yang lebih besar.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin di atas zona psikologis USD79.000 juga memperlihatkan potensi pembalikan tren jangka pendek, meski pasar tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi jika sentimen makro kembali berubah.
Dengan latar belakang ini, reli kripto saat ini mencerminkan kombinasi faktor fundamental berupa ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dan faktor teknikal yang mendukung momentum kenaikan harga
