CapCut AI Content Fest 2026: Literasi Digital dan Kreativitas Tanpa Batas

ASIAWORLDVIEW – CapCut AI Content Fest 2026 menjadi panggung untuk mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan secara praktis. Mulai dari storytelling, pemasaran, hingga produksi multimedia.

Head of Content Operations CapCut Indonesia, Jessica Wowor, menegaskan, Jumat (11/9/2026), bahwa CapCut telah berevolusi dari aplikasi editing video populer menjadi platform yang mendorong inovasi kreator melalui integrasi Artificial Intellegence atau AI.

“Transformasi ini menandai pergeseran penting: AI bukan lagi teknologi eksklusif milik laboratorium riset atau perusahaan besar, melainkan alat kerja harian yang dapat mempercepat proses produksi, meningkatkan kualitas visual, dan membuka peluang monetisasi baru bagi kreator dari berbagai latar belakang,” ia mengatakan.

Jessica juga menyoroti pentingnya literasi digital bagi generasi muda Indonesia. Menurutnya, AI bukan sekadar alat editing, melainkan partner kreatif yang mampu memperluas batas imajinasi. Dalam praktiknya, fitur-fitur berbasis AI di CapCut memungkinkan kreator melakukan tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan keahlian teknis tinggi atau perangkat mahal, seperti penghapusan latar belakang, penyesuaian warna otomatis, pembuatan subtitle, hingga rekomendasi potongan video yang lebih efisien.

“AI berfungsi sebagai katalis yang menurunkan hambatan masuk bagi siapa pun yang ingin berkarya. Literasi digital menjadi kunci agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi mampu memahami cara kerja AI, memanfaatkannya secara etis, dan mengintegrasikannya ke dalam alur kerja kreatif yang lebih produktif,” ia menmabahkan

CapCut AI Content Fest 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa teknologi dapat memperluas akses terhadap kreativitas. Selain itu, menjadikan konten lebih inklusif, serta memperkuat ekosistem kreator lokal agar mampu bersaing di tingkat global.

Ia juga menekankan komitmen CapCut dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fitur-fitur berbasis AI yang mudah digunakan, sehingga kreator dari berbagai latar belakang—baik pemula, pelaku UMKM, hingga profesional—dapat menghasilkan karya berkualitas tinggi tanpa harus memiliki perangkat mahal atau keahlian teknis yang kompleks.

“Industri konten yang semakin kompetitif, kemampuan untuk memproduksi konten secara cepat, konsisten, dan menarik menjadi nilai tambah yang signifikan. AI memungkinkan personalisasi konten, optimalisasi format untuk berbagai platform, serta analisis performa yang membantu kreator mengambil keputusan berbasis data,” pungkasnya.

Namun, Jessica juga menekankan bahwa teknologi tidak menggantikan manusia. Sebaliknya, masa depan konten digital akan ditentukan oleh kolaborasi antara manusia dan teknologi. AI berperan sebagai katalis untuk kreativitas tanpa batas, sementara manusia tetap menjadi pusat ide, rasa, dan narasi yang membuat konten bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *