ASIAWORLDVIEW – Kementerian Perindustrian Indonesia berupaya memanfaatkan fondasi yang kokoh dari industri kopi nasional. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dalam sebuah pernyataan dikutip Asia World View, Kamis (10/9/2026), bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk mengembangkan industri kopinya. Kondisi ini didukung oleh bahan baku yang melimpah, pasar domestik yang besar, dan peluang ekspor yang signifikan.
“Indonesia menempati peringkat keempat sebagai produsen biji kopi terbesar di dunia, dengan produksi mencapai sekitar 834.000 ton pada tahun 2025,” ia mengatakan.
Baca Juga: Menperin Agus Gumiwang Lantik Maulana Wiga Jadi Ketua, STARFINDO Fokus Perkuat Ekosistem Startup
Di sisi hilir, produk kopi olahan Indonesia telah menjangkau lebih dari 80 negara. Peraihan tersebut menegaskan daya saing yang kuat dan potensi ekspansi global yang luas dari industri kopi nasional.
“Kopi adalah komoditas yang memiliki kekuatan dari hulu hingga hilir. Tantangan kita ke depan adalah memastikan bahwa kekuatan ini dapat diubah menjadi nilai tambah yang lebih besar,” ia menambahkan.
Hal ini dapat dicapai dengan memperkuat industri pengolahan dan mendorong inovasi produk. Selain itu, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses pasar.
“Pemerintah akan terus mendorong industri kopi nasional agar menjadi lebih kompetitif dan memperkuat posisinya di pasar global,” tegasnya.
