ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi dengan langkah positif, berhasil menembus level psikologis 6.700 pada Rabu (9/9/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada level 6.700,84, menguat 14,39 poin atau 0,22% dari penutupan hari sebelumnya di 6.686,44.
Optimisme di awal perdagangan didorong oleh sejumlah sentimen positif. Para analis memproyeksikan indeks akan menguji level 6.700 hingga 6.750 pada hari itu, didukung oleh data cadangan devisa Agustus yang meningkat dan dibukanya kembali Bandara Soekarno-Hatta pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.
IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju gap 6.723, dengan target berikutnya di 6.787 sampai 6.858 jika berhasil menembus resisten. Namun, koreksi berpotensi menguji support di 6.636, 6.589, dan 6.566.
Namun, penguatan ini hanya berlangsung singkat. Tiga menit setelah pembukaan, tepatnya pada pukul 09.03 WIB, IHSG berbalik arah ke zona merah, melemah tipis 0,01% ke level 6.685,49.
Baca Juga: Potret Inklusi dan Fenomena Kesenjangan Akses Perbankan di Jantung Jakarta
Sepanjang awal sesi, indeks bergerak fluktuatif dengan level tertinggi sementara di 6.707,30 dan level terendah di 6.680,54. Aktivitas perdagangan awal sesi mencatat volume sekitar 305,71 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 200,14 miliar.
Pembalikan arah IHSG terjadi akibat kombinasi tekanan dari faktor eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memanas mendorong harga minyak mentah melonjak mendekati US$99 per barel. Lonjakan ini memicu kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga The Fed, yang turut menekan bursa saham Asia-Pasifik.
Di dalam negeri, tekanan terutama datang dari sektor-sektor tertentu. Indeks sektoral yang bergerak turun antara lain IDX Kesehatan, IDX Konsumer Primer, IDX Teknologi, dan IDX Barang Konsumen Non-Primer.
Secara keseluruhan, pada awal sesi tercatat 299 saham menguat, 60 saham melemah, dan 303 saham stagnan. Jumlah saham yang melemah kemudian tercatat meningkat menjadi 181 saham, sementara 296 saham menguat dan 233 stagnan.

