Menko Airlangga Dorong Investasi di Wilayah KEK demi Target Negara Industri

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

ASIAWORLDVIEW – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menyerukan kepada semua pengembang dan operator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk meningkatkan realisasi investasi. Hal ini dilakukan guna membantu Indonesia mencapai targetnya menjadi negara industri.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) negara harus melebihi 20 persen. Hal tersebut merupakan “batas” aman.

“Salah satu bidang yang menunjukkan peningkatan investasi adalah KEK. Dalam hal produksi, kontribusi sektor manufaktur saat ini sebesar 18,67 persen. Indonesia hanya dapat dianggap sebagai negara industri jika kontribusi tersebut melebihi 20 persen,” ujarnya dalam pernyataan yang dirilis di Jakarta.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto Lanjutkan Negosiasi dengan Pihak Trump, Bahas Tarif Impor 32%

Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal kedua 2025, dengan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), salah satu kontributor utama pertumbuhan, meningkat sebesar 6,99 persen yoy.

“Oleh karena itu, saya mendesak semua operator KEK untuk mendorong lebih banyak investasi dan meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap PDB,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa KEK, kawasan industri, dan investasi yang masuk memainkan peran penting dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi regional. Misalnya, Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional berkat adanya kawasan industri besar di Morowali dan Bantaeng.